Khamis, 10 Februari 2011

Sebuah kesabaran

Assalamu'alaikum..

Apa khabar sahabat-sahabat di luar sana?Harap semuanya sihat..saya alhamdullilah,sihat seadanya..
Sebuah kesabaran..inilah tajuk yg ingin saya coretkan disini.Sebelum saya pergi jauh,sy kepilkan firman Allah swt.

Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar. (Al Baqarah:ayat 153)

Sekarang Allah telah meringankan kepadamu dan dia telah mengetahui bahwa padamu ada kelemahan. Maka jika ada diantaramu seratus orang yang sabar, niscaya mereka akan dapat mengalahkan dua ratus orang kafir; dan jika diantaramu ada seribu orang (yang sabar), niscaya mereka akan dapat mengalahkan dua ribu orang, dengan seizin Allah. Dan Allah beserta orang-orang yang sabar. (Al Anfaal;ayat 66)


Hai Nabi, kobarkanlah semangat para mukmin untuk berperang. Jika ada dua puluh orang yang sabar diantaramu, niscaya mereka akan dapat mengalahkan dua ratus orang musuh. Dan jika ada seratus orang yang sabar diantaramu, niscaya mereka akan dapat mengalahkan seribu dari pada orang kafir, disebabkan orang-orang kafir itu kaum yang tidak mengerti[623].
(Al Anfaal;ayat 65)
[623]. Maksudnya: mereka tidak mengerti bahwa perang itu haruslah untuk membela keyakinan dan mentaati perintah Allah. Mereka berperang hanya semata-mata mempertahankan tradisi jahiliyah dan maksud-maksud duniawiyah lainnya.

Sesungguhnya laki-laki dan perempuan yang muslim, laki-laki dan perempuan yang mukmin, laki-laki dan perempuan yang tetap dalam ketaatannya, laki-laki dan perempuan yang benar, laki-laki dan perempuan yang sabar, laki-laki dan perempuan yang khusyuk, laki-laki dan perempuan yang bersedekah, laki-laki dan perempuan yang berpuasa, laki-laki dan perempuan yang memelihara kehormatannya, laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut (nama) Allah, Allah telah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar. (Al Ahzab;ayat 35)

Begitulah indahnya sifat sabar.Ini hanya sebahagian firman-firman Allah swt dalam alquran yg menyentuh tentang sifat sabar,masih banyak ayat-ayat yg terkandung dalam alquran yg menyentuh tentang kesabaran.

Setiap kali,kita diuji dengan dugaan dan ujian..apa yang terdetik dihati kita dan berkali-kali hati kita mengingatikan diri sendiri agar bersabar kerana ujian dan dugaan itu untuk menguji keimanan.Ada juga yang meluahkan bahawa ujian dan dugaan dalam hidup muncul dalam hidup kita agar hidup ini lebih indah,bila diselitkan dengan kepayahan.

Bagi saya,setiap ujian dan dugaan yang datang adalah untuk menguji keimanan dan jua,kesabaran.

Kesabaran banyak dikaitkan dengan kesusahan dan penderitaan hidup kerana orang yang dalam keadaan yang susah dan derita sahaja yg perlu bersabar dalam hidup ini.Tapi pada pandanganku,sekaya dan semewah mana pun seseorang itu..mereka tak akan terlepas dari kepayahan dan kesusahan hidup kerana di dunia ini sememangnya begitu..Hidup ini tidak akan terlepas dengan ujian dan dugaan samaada seseorang itu kaya, miskin, cantik, seksi, hodoh ....kerana ini lah dunia.

Tapi disebalik semua itu,tersirat seribu satu rahsia yang kita tidak ketahui..hanya Yang Maha Mencipta yang mengetahui segala-galanya..

Isnin, 7 Februari 2011

3 nasihat utk pejuang islam


Sesungguhnya kewajipan dan tanggungjawab itu melebihi masa yang ada. Kata-kata As-Syahid Imam Al-Banna ini perlulah disematkan dalam hati agar ianya menjadi peringatan setiap kali kita terdetik untuk membuang masa pada perkara yang tidak berfaedah dan tidak menyumbang pada jemaah. Ijtima' Tarbawi Dewan Pemuda PAS Peringkat Kebangsaan baru-baru ini telah meluluskan enam deklarasi yang menekankan aspek tarbiyyah, pembinaan syaksiah dan jemaah.

Dalam ijtima' tersebut, Mursyidul Am, Tuan Guru Nik Aziz Nik Mat telah berpesan tiga perkara kepada para pemuda:Pertama, memperbanyakkan bacaan al-Quran dan zikir.Kedua, bertahajjudKetiga, menunaikan solat DhuhaAhli gerakan Islam secara amnya diseru untuk mendirikan solat fardhu secara berjemaah, memperbanyakkan puasa dan mempunyai rekod amalan dalam bentuk buku atau dokumen mutaba'ah amal. Jika segala amal soleh ini dapat dijaga dengan baik, dengan izin Allah, generasi pendakwah yang akan dilahirkan pasti mempunyai akhlak, sudut pandang dan semangat perjuangan yang berpandukan ruh islami. Apakah kita tidak segan berleka-leka dengan masa lapang yang ada dan memanjangkan waktu tidur di malam hari mahupun di siang hari sedangkan kita tahu bahawa Rasulullah yang terpelihara dari segala dosa tetap berjaga malam bertahajjud sehingga bengkak kakinya?Ucapan Saidina Umar kepada panglima perang Muslim, "Kita diberi kemenangan kerana maksiat yang dilakukan oleh musuh, jika kita melakukan maksiat seperti mereka, maka tiada kelebihan kita berbanding mereka kerana bilangan kita tidak sebanyak mereka, persiapan kelenagkapan kita tidak sehebat persiapan mereka. Maka takutlah dengan maksiat.

Selasa, 1 Februari 2011

Ku berjalan dan terus berjalan..

Ku berjalan..dan terus berjalan..walaupun dengan seribu kepayahan.kadang-kadang ,aku tersungkur ….begitulah ibarat kehidupan ini.kita meneruskan kehidupan kita,tapi dalam masa yg sama..kita diuji dengan pelbagai dugaan dan masalah..ramai yang gagal dalam kehidupan ini dan ramai juga Berjaya dengan jayanya dalam kehidupan ini. Bagi yang gagal ,ada yang mati dalam kerugian..mati dalam kesesatan.bagi yang Berjaya..mereka meninggalkan dunia ini dengan amal yang bisa menolong mereka pada hari hisab.
Itulah sebuah kehidupan.aku jua,sedangkan mengharungi kehidupan ini dan aku jua tidak tahu bagaimana kesudahan dengan kehidupan aku.
Firman Allah swt:

Dan dikatakan kepada orang-orang yang bertakwa: "Apakah yang telah diturunkan oleh Tuhanmu?" Mereka menjawab: "(Allah telah menurunkan) kebaikan." Orang-orang yang berbuat baik di dunia ini mendapat (pembalasan) yang baik. Dan sesungguhnya kampung akhirat adalah lebih baik dan itulah sebaik-baik tempat bagi orang yang bertakwa, (yaitu) syurga 'Adn yang mereka masuk ke dalamnya, mengalir di bawahnya sungai-sungai, di dalam surga itu mereka mendapat segala apa yang mereka kehendaki. Demikianlah Allah memberi balasan kepada orang-orang yang bertakwa, (yaitu) orang-orang yang diwafatkan dalam keadaan baik oleh para malaikat dengan mengatakan (kepada mereka): Salaamun'alaikum, masuklah kamu ke dalam syurga itu disebabkan apa yang telah kamu kerjakan."( An Nahl;30-32)

Aku berusaha untuk menjadi hambaNya yang bertakwa.bagaimana dengan kawan-kawan di luar sana?adakah kalian sentiasa berusaha untuk merubah diri ke arah yang lebih baik.masih juga banyak ilmu yang perlu aku tuntut.setiap hari pun,aku perlu menuntut ilmu,begitu jua dengan sahabat-sahabat agar kita menjadi hambaNya yang berilmu dan dapat memperbanyak amalan padaNya .
Kawan-kawan bersetuju,kalau aku katakan disini bahawa bukan mudah untuk menjadi baik bukan?bukan mudah untuk tidak mengumpat dalam seumur hidup kita?bukan mudah untuk menutup aurat bagi yang sudah biasa mendedahkan aurat di khalayak ramai?sebab itu lah,kita perlukan usaha untuk beramal dan melakukan kebaikan…kita perlukan usaha yg bersungguh-sungguh untuk melakukan kebaikan..
Jagalah baik-baik kehidupan ini,kerana ia adalah penentu untuk kehidupan selepas mati kita..iaitu kehidupan yang selama-lamanya…kehidupan di dunia ini,Cuma kehidupan yang sekejap.
Firman Allah swt:
Itulah orang-orang yang tidak memperoleh di akhirat, kecuali neraka dan lenyaplah di akhirat itu apa yang telah mereka usahakan di dunia dan sia-sialah apa yang telah mereka kerjakan.(surah Huud;ayat 16)

Barang siapa yang menghendaki keuntungan di akhirat akan Kami tambah keuntungan itu baginya dan barang siapa yang menghendaki keuntungan di dunia Kami berikan kepadanya sebagian dari keuntungan dunia dan tidak ada baginya suatu bahagianpun di akhirat.( Asy Syuura;ayat 20)

Beruntunglah kawan-kawan di luar sana,yang diberi hidayah dan petunjuk oleh Allah swt..Marilah kita berdoa,agar kita semua sentiasa dikurniakan petunjuk oleh Allah swt.

Firman Allah swt:
Sesungguhnya kamu tidak akan dapat memberi petunjuk kepada orang yang kamu kasihi, tetapi Allah memberi petunjuk kepada orang yang dikehendaki-Nya, dan Allah lebih mengetahui orang-orang yang mau menerima petunjuk.( Al Qashash;56)

Setiap kali kita gagal utk berubah ke arah yang lebih baik,jangan putus asa..teruskan usaha utk berubah.mohon dengan Allah swt,insyaallah..kalian akan mendapat hidayahNya.Begitu jua dengan diriku,walaupun aku sudah tergolong dalam golongan yg solat tapi aku masih sentiasa memohon dan hidayah Nya..aku takut jika suatu hari nanti Allah swt cabut dari hatiku hidayahNya..kita tidak tahu,bagaimana masa hadapan kita semua..Oleh itu,jika ada di luar sana,sahabat-sahabat yg beriman ..pandangan ku,kita tidak perlu berbangga dengan diri sendiri kerana kita tidak tahu bagaimana dengan diri kita esok..adakah kita masih seperti ini atau menjadi lebih teruk dari orang yang kita cerca disebabkan kerendahan iman….tapi sebaliknya,berendah lah diri dan mohon lah hidayah daripadaNya sentiasa..

Sabtu, 1 Januari 2011

Seksa neraka..kewjudan deria sakit pada kulit

Kulit Dan Neraka

by Tazkiah an Nafs on Saturday, January 1, 2011 at 2:45pm

Allah SWT berfirman di dalam al-Qur’an, yang bermaksud:

"Sesungguhnya orang-orang yang KUFUR INGKAR kepada ayat-ayat keterangan Kami, Kami akan MEMBAKAR MEREKA DI DALAM API NERAKA. Tiap-tiap kali KULIT mereka MASAK HANGUS, Kami gantikan untuk mereka KULIT yang lain supaya mereka dapat MERASA AZAB SENGSARA itu dan (ingatlah) sesungguhnya ALLAH adalah MAHA KUASA, lagi MAHA BIJAKSANA.”

(Surah an-Nisa; 56)

Ayat di atas merupakan salah satu peringatan dan ancaman dari Allah SWT kepada umat manusia yang kufur ingkar kepada ayat-ayatNya. Saudaraku, pernahkah terlintas di fikiran kita, mengapa di dalam ayat ini Allah SWT menyatakan KULIT ?

Setelah memasuki Block Dermatology & Musculoskeletal System baru kita mengerti akan KEMUNGKINAN (sesungguhnya hanya Allah yang Maha Mengetahui segala susatu) kenapa kulit yang Allah Nyatakan di dalam ayat ini. Jadi, marilah kita sama-sama telusuri dan berkongsi sedikit ilmu dan pandangan mengenai hal ini. Bukti Kebesaran Allah Maha Kuasa, lagi Maha Bijaksana.

Kulit

Kulit merupakan organ terbesar yang Allah SWT ciptakan pada tubuh kita. Ia meliputi 16% daripada berat tubuh. Secara histologi, kulit dapat dibahagikan kepada 3 bahagian utama iaitu :

1. Epidermis – lapisan paling atas yang berasal dari ectoderm

2. Dermis – lapisan connective tissue di bawah epidermis yg berasal dari mesoderm

3. Subkutan – lapisan kulit paling bawah dan mengandung banyak sel lemak.


Histologi kulit manusia

Terdapat beberapa reseptor yang Allah SWT ciptakan pada kulit manusia. Antaranya ialah:

1. Mechanoreceptor – receptor yang menerima ransangan tekanan, sentuhan & getaran.

2. Thermoreceptor – receptor yang menerima ransangan suhu (sejuk/panas)

3. Nociceptor – receptor yang menerima ransangan sakit.


Walaupun terdapat banyak receptor di kulit kita, tetapi receptor sakit merupakan receptor yang paling menarik minat saya. Jika ditinjau dari aspek neurologi, threshold receptor sakit lebih tinggi berbanding receptor-receptor lain. Jadi, ia hanya dapat mengesan stimulus yang melampau. Sebagai contoh, jika terdapat ransangan panas, ia akan dikesan oleh termoreceptor. Tetapi, jika haba yang diberikan terlalu banyak (melampau) maka reseptor pula sakit akan teransang.

Sakit

Saudaraku, rasa sakit didefinisikan sebagai suatu deria dan pengalaman emosi yang tidak disenangi, yang berasal dari stimulus yang dapat menyebabkan kecederaan atau yang berpotensi menyebabkan kecederaan pada tubuh. Rasa sakit merupakan amaran kepada kepada kita bahawa ada 'something wrong’ pada tubuh.

Kadang-kadang, dalam menghadapi kesakitan, kita mengeluh seolah-olah tidak redha dengan ketentuan tuhan. Dan yang lebih menyedihkan, ada yang “memaki” Tuhan di atas sakit yang menimpa.

Saudaraku sekalian, pernahkah kita terfikir bahawa di saat kita sedang merasai kesakitan, sebenarnya kita juga sedang mengecapi nikmat dari Allah SWT, Tuhan semesta alam? Nikmat yang saya maksudkan di sini ialah nikmat berupa keupayaan tubuh kita untuk mengesan rasa sakit.

Saudaraku, cuba kita bayangkan bagaimana keadaan kita jika Allah SWT mematikan semua nociceptor pada tubuh kita. Mungkin ada orang yang berpendapat “Syok la klo cenggitu, klo nak branak pun x la sakit”

Tapi saudaraku, tanpa receptor sakit, kita tidak akan sedar yang tubuh kita sedang mengalami kecederaan. Sebagai contoh, seseorang yang mengalami appendicitis (biasa orang sebut kne appendix) tidak akan tahu bahawa peradangan sedang terjadi di appendixnya. Maka dia akan tetap “tenang-tenang aja” (bak kata orang Medan), sedangkan inflamasi yang sedang terjadi boleh menyebabkan appendixnya pecah dan menyebabkan keadaan yang lebih parah.

Tanpa rasa sakit, orang yang mengalami kemalangan tidak akan sadar bahwa tulang rusuknya telah patah (close fracture) dan lebih teruk lagi, jika tulang yang patah itu menikam paru-paru atau jatungnya.


Penderita Coronary Heart Disease mungkin tidak dapat didiagnosis penyakitnya tanpa angina pectoris (sakit dada). Akhirnya, jantungnya mengalami ischemia (x cukup oksigen) kerana penyumbatan pada artery coronary (saluran darah yang membawa darah ke otot jantung) dan akhirnya dia mati akibat gagal jantung (heart failure), tanpa sempat didiagnosis dan diberikan terapi.



Maka benarlah bahwa menderita kesakitan juga merupakan salah satu nikmat dari nikmat-nikmat dari Allah SWT yang tidak terhitung banyaknya. Dan perkara ini membuktikan kebenaran firman Allah SWT di dalam al-Qur’an, yang bermaksud ;



“Dan jika kamu menghitung nikmat Allah (yang dilimpahkanNya kepada kamu), niscaya kamu tidak akan dapat menghitungnya...”

(Surah an-Nahl;18)



Maka, sepatut dan seharusnyalah kita bersyukur kepada Allah SWT di atas nikmat yang dikurniakan kepada kita.



Allah berfirman di dalam surah Ibrahim, ayat ke-7 yang bermaksud ;

“Dan (ingatlah) ketika Tuhan kamu berfirman: Demi sesungguhnya! Jika kamu bersyukur nescaya Aku akan tambahi nikmatKu kepada kamu dan demi sesungguhnya, jika kamu kufur ingkar sesungguhnya azabKu amatlah pedih.”

(Surah Ibrahim;7)



Tetapi saudaraku, syukur tidak cukup hanya dengan lafaz “Alhamdulillah” tetapi, syukur kita haruslah dizahirkan dengan mentaati perintahNya dan meninggalkan laranganNya.



Mantapkan amalan fardhu. Perbanyakkanlah amalan sunah. Kadang-kadang, ada orang menyangka bahwa dengan amalan fardhu sahaja sudah cukup baginya. Saudara,....... apakah kita akan berpuas hati jika setiap kali kita makan, hidangan yang disediakan hanyalah nasi putih, tanpa lauk pauk yang enak? Semestinya kita jemu bukan? Begitulah juga halnya dengan ibadah kita. Tanpa ibadah sunat, kita tidak akan dapat merasa apa yang dikatakan manisnya iman.





Siksaan Neraka

Saudaraku, jika kita merujuk kembali kepada terjemahan ayat ke 56 Surah an-Nisa, sadarkah kita betapa dasyatnya siksaan yang Allah sediakan bagi orang yang kufur? Kulit kita yang terbakar disiat oleh Malaikat Zabaniyah lalu Allah SWT menngantikannya dengan kulit yang baru, lalu di bakar lagi, dan disiat lagi. Begitulah halnya berterusan tanpa henti. Tujuan rasa sakit yang Allah ciptakan bukannya lagi berfungsi sebagai amaran bahaya tetapi kini berubah menjadi SEKSAAN. (Sedih saat ana menjalankan praktikum fisiologi dimana kami diminta menyediakan preparat nerve muscle dari katak. Semasa ana menyiat kulit katak, ana terbayangkan bagaimana menderitanya kita jika kulit kita disiat di neraka - na'uzubillah )



Rasulullah SAW bersabda ;

“Seksa terkecil bagi ahli neraka di hari kiamat ialah selipar api neraka, yang apabila dipakai, otak akan mendidih disebabkan panasnya”



Abu Hurairah RA berkata ;

“Jika ada seratus ribu orang lebih di dalam suatu masjid, lalu seorang ahli neraka menghembuskan nafasnya di situ, maka matilah semua orang di dalam masjid.”



Ketahuilah wahai diriku dan saudaraku, seseungguhnya Allah SWT telah menciptakan neraka dan kedasyatan untuk penduduknya. Allah SWt berfirman:

“Takutilah mereka dengan hari penyesalan (kiamat), ketika dihukum tentang perkara yang telah dilakukan sedangkan mereka dalam kelalaian dan mereka tiada beriman”.

(Surah Maryam;39)



Sungguh, ini semua telah ditentukan dan akan menjadi kenyataan di hari kiamat, yang menghairankan, kita masih tertawa dan terpaut oleh kehinaan dunia. Kita tidak tahu bagaimana keputusan Allah untuk kita.



(Petikan dari Kitab Mukasyafah al-Qulub oleh Imam al-Ghazali)

Jika Allah telah memudahkan mu ke jalan yang baik, bergembiralah, barangkali engkau jauh dari neraka. Jika kau telah berniat ingin baik, tentulah akan dimudahkan buat menuju ke sana. Jika engkau berniat buruk, akan dimudahkan pula jalan ke sana (neraka). Allah Azza Wa Jalla berfirman;

“Sesungguhnya orang-orang yang baik dalam kenikmatan (syurga) dan sesungguhnya orang-orang yang jahat dalam neraka”

(Surah al-Infithar;13-14)



Oleh : ibnu zukefeli

Sabtu, 25 Disember 2010

Kiat mencari jodoh



Kiat Mencari Jodoh

by Tazkiah an Nafs on Saturday, December 25, 2010 at 7:49pm

Allah telah menciptakan manusia berpasang-pasangan, supaya muncul suatu ketenangan, kesenangan, ketenteraman, kedamaian dana kebahagiaan. Hal ini tentu saja menyebabkan setiap laki-laki dan perempuan mendambakan pasangan hidup yang memang merupakan fitrah manusia, apalagi pernikahan itu merupakan ketetapan Ilahi dan dalam sunnah Rasul ditegaskan bahwa “Nikah adalah Sunnahnya”. Oleh karena itu Dinul Islam mensyariatkan dijalinnya pertemuan antara laki-laki dan perempuan dan selanjutnya mengarahkan pertemuan tersebut sehingga terlaksananya suatu pernikahan.

Namun dalam kenyataannya, untuk mencari pasangan yang sesuai tidak selamanya mudah. Hal ini berkaitan dengan permasalahan jodoh. Memang perjodohan itu sendiri suatu hal yang ghaib dan sulit diduga, kadang-kadang pada sebagian orang mudah sekali datangnya, dan bagi yang lain amat sulit dan susah. Bahkan ada kalanya sampai tua seseorang belum menikah juga.

Fenomena beberapa tahun akhir-akhir ini, kita melihat betapa banyaknya muslimah-muslimah yang menunggu kedatangan jodoh, sehingga tanpa terasa usia mereka semakin bertambah, sedangkan para musliminnya, bukannya tidak ada, mereka secara ma’isyah belum berani maju untuk melangkahkan kakinya menuju mahligai rumah tangga yang mawaddah wa rahmah. Kekhawatiran jelas tampak, di tengah-tengah perekonomian yang semakin terpuruk, sulit bagi mereka untuk memutuskan segera menikah.

Gejala ini merupakan salah satu dari problematika dakwah dewasa ini. Dampaknya kaum muslimah semakin membludak, usia mereka pelan namun pasti beranjak semakin naik.

Untuk mencari solusinya, dengan tetap berpegangan kepada syariat Islam yang memang diturunkan untuk kemaslahatan manusia, beberapa kiat mencari jodoh dapat dilakukan :

1. Yang paling utama dan lebih utama adalah memohonkannya pada Sang Khalik, karena Dialah yang menciptakan manusia berpasang-pasangan (QS.4:1). Permohonan kepada Allah SWT dengan meminta jodoh yang diridhoiNya, merupakan kebutuhan penting manusia karena kesuksesan manusia mendapatkan jodoh berpengaruh besar dalam kehidupan dunia dan akhirat seseorang.

2. Melalui mediator, antara lain:

a. Orang tua. Seorang muslimah dapat meminta orang tuanya untuk mencarikannya jodoh dengan menyebut kriteria yang ia inginkan. Pada masa Nabi SAW, beliau dan para sahabat-sahabatnya segera menikahkan anak perempuan. Sebagaimana cerita Fatimah binti Qais, bahwa Nabi SAW bersabda padanya : Kawinlah dengan Usamah. Lalu aku kawin dengannya, maka Allah menjadikan kebaikan padanya dan keadaanku baik dan menyenangkan dengannya (HR. Muslim).

b. Guru ngaji (murabbiyah). Jika memang sudah mendesak untuk menikah, seorang muslimah tidak ada salahnya untuk minta tolong kepada guru ngajinya agar dicarikan jodoh yang sesuai dengannya. Dengan keyakinan bahwa jodoh bukanlah di tangan guru ngaji. Ini adalah salah satu upaya dalam mencari jodoh.

c. Sahabat dekat. Kepadanya seorang muslimah bisa mengutarakan keinginannya untuk dicarikan jodoh. Sebagai gambaran, kita melihat perjodohan antara Nabi SAW dengan Khadijah RA. Diawali dengan ketertarikan Khadijah RA kepada pribadi beliau yang pada saat itu berstatus karyawan pada perusahaan bisnis yang dipegang oleh Khadijah RA. Melalui Nafisah sebagai mediatornya akhirnya Nabi SAW menikahi Khadijah RA..

d. Biro Jodoh. Biro jodoh yang Islami dapat memenuhi keinginan seorang muslimah untuk menikah. Dikatakan Islami karena prosedur yang dilakukan sesuai dengan syariat Islam. Salah satu di antaranya adalah Club Ummi Bahagia.

3. Langsung, dalam arti calon sudah dikenal terlebih dahulu dan ia berakhlaq Islami menurut kebanyakan orang-orang yang dekat dengannya (temannya atau pihak keluarganya). Namun pacaran tetap dilarang oleh Islam. Jika masing-masing sudah cocok maka segera saja melamar dan menikah. Kadang kala yang tertarik lebih dahulu adalah muslimahnya, maka ia dapat menawarkan dirinya kepada laki-laki saleh yang ia senangi tersebut (dalam hal ini belum lazim di tengah-tengah masyarakat kita). Seorang sahabiat pernah datang kepada Nabi SAW dan menawarkan dirinya pada beliau. Maka seorang wanita mengomentarinya, “Betapa sedikit rasa malunya.” Ayahnya yang mendengar komentar putrinya itu menjawab, “Dia lebih baik dari pada kamu, dia menginginkan Nabi SAW dan menawarkan dirinya kepada beliau.”

Sebuah cerita bagus dikemukakan oleh Abdul Halim Abu Syuqqoh pengarang buku Tahrirul Mar’ah, bahwa ada seorang temannya yang didatangi oleh seorang wanita untuk mengajaknya menikah. Temannya itu merasa terkejut dan heran, maka wanita itu bertanya, “Apakah aku mengajak Anda untuk berbuat haram? Aku hanya mengajak Anda untuk kawin sesuai dengan sunnah Allah dan Rasul-Nya”. Maka terjadilah pernikahan setelah itu.

Semua upaya tersebut hendaknya dilakukan satu persatu dengan rasa sabar dan tawakal tidak kenal putus asa. Di samping itu seorang muslimah sambil menunggu sebaiknya ia mengaktualisasikan kemampuannya. Lakukan apa yang dapat dilakukan sehingga bermanfaat bagi masyarakat dan dakwah. Jika seorang muslimah kurang pergaulan, bagaimana ia dapat mengenal orang lain yang ingin menikahinya.

Barangkali perlu mengadakan evaluasi terhadap kriteria pasangan hidup yang ia inginkan. Bisa jadi standar ideal yang ia harapkan menyebabkan ia terlalu memilih-milih. Menikah dengan orang hanif (baik keagamaannya) merupakan salah satu alternatif yang perlu diperhatikan sebagai suatu tantangan dakwah baginya.

Akhirnya, semua usaha yang telah dilakukan diserahkan kembali kepada Allah SWT. Ia Maha Mengetahui jalan kehidupan kita dan kepadaNyalah kita berserah diri. Wallahu A’lam bishowab.


Sumber : hudzaifah/hdn/dakwatuna.com

Jumaat, 24 Disember 2010

Sandaran hati



Sandaran Hati


by Tazkiah an Nafs on Saturday, December 25, 2010 at 6:57am


“Orang yang paling pedih cobaannya di dunia adalah para Nabi, kemudian orang-orang saleh, kemudian orang-orang yang derajatnya dekat dengan mereka.” (HR Al Hakim)

Hidup adalah perjuangan. Tidaklah mudah menjadi seorang yang istiqamah dalam kebenaran, karena tidak jarang dalam kebenaran godaan hidup sering menghampiri. Namun, juga tak sulit untuk beristiqomah asal ada niat dan kemauan yang kuat.

Kelaparan, kemiskinan, kesedihan, kehormatan, dan kekayaan adalah di antara pintu yang kerap dimasuki setan, untuk menyeret seseorang bergabung dalam barisannya. Bukan hanya orang yang berperangai buruk yang mendapatkan ujian, orang baikpun mendapatkan ujian yang sama dari Allah SWT.

Karena itu, ketika godaan tersebut mendatangi kita, yang patut dilakukan adalah menyandarkan diri dan memohon perlindungan pada Yang Mahakuasa, Allah SWT. “Dan jika kamu ditimpa sesuatu godaan setan, maka berlindunglah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (QS Al A’raf[7]:200).

Tidak sedikit orang yang salah dalam bergantung dan bersandar, jatuh dalam jurang kesesatan, yang berakibat penyesalan. Putra dan istri Nabi Nuh AS, misalnya, mereka hanya bergantung kepada ketinggian gunung, untuk menyelamatkan diri dari banjir yang dahsyat. Padahal, ada Zat Yang Maha tinggi, yang jika menghampiri dan mendekatiNya. Dia akan lebih mendekat dan menyelamatkannya.

Orang yang menyandarkan hatinya pada Allah SWT selalu akan menuai ketentraman. Dalam surat Alma’rij ayat 19-23, dijanjikan bagi orang yang bersungguh-sungguh dalam shalatnya, akan selamat dari sifat buruk, keluh kesah, dan kikir. Itu sebabnya shalat yang baik dapat mencegah dari perbuatan keji dan mungkar. Dan shalat adalah wujud penyerahan dan penyandaran hati pada Allah SWT, “Hai orang-orang yang beriman, mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan (mengerjakan) shalat.” (QS Albaqarah[2]:153).

Ketika Musa AS dan umatnya mengalami tekanan berat dari Fir’aun, ketika Muhammad SAW dan para sahabatnya menerima kecaman dari orang-orang kafir, hanya satu yang mereka lakukan; mendekat pada Allah. Mereka semua bersandar seraya bermunajat pada Allah SWT agar diberikan keselamatan dan kekuatan.

Hanya orang yang sombonglah yang tidak mau bergantung pada Allah SWT. Hanya orang sombonglah yang menganggap apa yang dimiliki mampu menyelamatkan hidupnya. Terlalu sayang kalau hidup yang sekali ini hanya untuk menyombongkan diri

Oleh : Aang Saeful Millah

Sabtu, 18 Disember 2010

CIRI-CIRI MANUSIA UNGGUL



CIRI-CIRI MANUSIA UNGGUL


Oleh : Bahagian Penerbitan, JAKIM


Pendahuluan
Manusia unggul adalah mereka yang memenuhi ciri-ciri individu Islam yang sebenarnya menurut kehendak Al-Quran dan as-Sunnah dalam seluruh aspek kehidupan. Bagi mewujudkan manusia unggul, seseorang itu hendaklah memiliki ciri-ciri keunggulan iaitu keimanan yang utuh, amal ibadat yang meliputi ibadat khususiah dan fardhu kifayah dan akhlak mulia yang merupakan cermin keimanan dan amal salih.


1. Keimanan Yang Utuh
Keimanan kepada Allah swt adalah paksi pembinaan negara dan ummah. Dengan keimanan itu akan lahirlah individu yang unggul dan masyarakat yang berbudi luhur, berdisiplin dan beramanah demi kebaikan dunia dan akhirat. Allah swt berfirman dalam surah al-Asr: ' Demi masa sesungguhnya manusia itu berada dalam kerugian kecuali orang yang beriman dan beramal salih yang berpesan dengan kebenaran dan berpesan dengan kesabaran'. ( Surah al-Asr : 1-3 ) lam ayat ini Allah swt menjelaskan bahawa manusia yang beruntung ialah mereka yang beriman dan beramal salih. Beriman kepada Allah adalah proses peralihan jiwa manuisa daripada menganggap dirinya bebas daripada sebarang kuasa dan ikatan serta tanggungjawab kepada ketundukan mengaku tanpa syarat bahawa tiada ýTuhan melainkan Allah dan Muhammad itu Rasulullah. Iman merangkumi tiga unsur utama, pengetahuan yang mendalam, kepercayaan yang jitu dan keyakinan yang teguh. Ketiga-tiga unsur ini akan membentuk iman yang kukuh yang menjadi tonggak kekuatan ruhaniyah yang cukup kental untuk membina jiwa dan jasmani manusia. Keteguhan iman juga merupakan penghalang daripada melakukan kejahatan dan maksiat.


2. Pelaksanaan Amal Ibadat
Keimanan tanpa ketaatan melalui amal ibadat adalah sia-sia. Seseorang yang berperibadi unggul akan tergambar jelas keimanannya melalui amal perbuatan dalam kehidupan sehariannya. Bahkan jika dikaji tujuan Allah menjadikan manusia itu sendiri ialah supaya beribadat kepada-Nya. Firman Allah swt : ' Tidak Aku ciptakan jin dan manusia itu melainkan untuk beribadat'. ( Surah az-Zariat : 56 )
Ibadat adalah bukti ketundukan seseorang hamba setelah mengaku beriman kepada Tuhannya. Ibadat yang dimaksudkan di sini termasuklah ibadat khususiah yang menyentuh fardhu ain dan juga fardhu kifayah yang merangkumi hubungan manusia sesama manusia. Justeru itu, bagi individu yang berperibadi unggul, seluruh hidupnya baik hubungannya dengan Pencipta ataupun masyarakat adalah dianggap ibadat. Allah swt berfirman: ' Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman iaitu orang yang khusyu’ dalam sembahyangnya, orang yang menjauhkan dirinya (dari perbuatan) yang tidak berguna, orang yang menunaikan zakat dan orang yang menjaga kehormatannya kecuali terhadap isteri-isterinya atau hamba yang mereka miliki, maka sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada tercela'. ( Surah al-Mukminun : 1-6 )


3. Akhlak Mulia
Akhlak mulia bagi peribadi unggul adalah hasil keimanan yang kental. Ini disebabkan tali ikatan yang menjalinkan hubungan antara individu dengan masyarakat terbentuk melalui nilai-nilai dan disiplin yang diamalkan oleh anggota masyarakat tersebut. Sekiranya nilai yang diamalkan itu positif maka akan lahirlah sebuah masyarakat yang aman, damai, harmoni dan diselubungi roh Islam. Rasulullah saw adalah contoh utama pembentukan akhlak. Dalam sebuah hadith, baginda saw bersabda, 'Sesungguhnya aku diutuskan untuk menyempurnakan akhlak yang mulia'. ( Riwayat Ahmad )


Beberapa nilai yang baik dalam akhlak Islam yang menjadi tonggak amalan bagi melahirkan individu unggul ialah:
a) Amanah
Amanah adalah sifat mulia yang mesti diamalkan oleh setiap orang. Ia adalah asas ketahanan umat, kestabilan negara, kekuasaan, kehormatan dan roh kepada keadilan. Firman Allah swt: ' Maka tunaikanlah oleh orang yang diamanahkan itu akan amanahnya dan bertaqwalah kepada Allah, Tuhannya'. ( Surah al-Baqarah : 283 )


b) Ikhlas
Ikhlas adalah inti setiap ibadah dan perbuatan. Firman Allah swt: ' Padahal mereka tidak diperintahkan melainkan supaya menyembah Allah dengan mengikhlaskan ibadat kepada-Nya '. ( Surah al-Bayyinah : 5 )
Ikhlas akan menghasilkan kemenangan dan kejayaan. Masyarakat yang mengamalkan sifat ikhlas akan mencapai kebaikan dunia dan akhirat, bersih daripada sifat kerendahan dan mencapai perpaduan, persaudaraan, perdamaian dan kesejahteraan. Sabda Rasulullah saw yang bermaksud, ' Bahagialah dengan limpahan kebaikan bagi orang-orang yang bila dihadiri (berada dalam kumpulan) tidak dikenali, tetapi apabila tidak hadir tidak pula kehilangan. Mereka itulah pelita hidayat. Tersisih daripada mereka segala fitnah dan angkara orang yang zalim'. ( Riwayat Imam al-Baihaqi )


c) Tekun
Islam menggalakkkan umatnya supaya tekun apabila melakukan sesuatu pekerjaan sehingga selesai dan berjaya. Sabda Rasulullah saw, ' Sesungguhnya Allah swt menyukai apabila seseorang kamu bekerja dia melakukan dengan tekun'. ( Riwayat Abu daud )
Sifat tekun akan meningkatkan produktiviti ummah, melahirkan suasana kerja yang aman dan memberi kesan yang baik kepada masyarakat.


d) Berdisiplin
Berdisiplin dalam menjalankan sesuatu kerja akan dapat menghasilkan mutu kerja yang cemerlang. Hasrat negara untuk maju dan cemerlang akan dapat dicapai denga lebih cepat lagi. Dengan berdisiplin seseorang itu akan dapat menguatkan pegangannya terhadap ajaran agama dan menghasilkan mutu kerja yang cemerlang.


e) Bersyukur
Bersyukur dalam konteks peribadi unggul berlaku dalam dua keadaan: pertama; sebagai tanda kerendahan hati terhadap segala nikmat yang diberikan oleh Pencipta sama ada sedikit atau banyak, kedua; bersyukur sesama makhluk sebagai ketetapan daripada Allah swt supaya kebajikan sentiasa dibalas dengan kebajikan. Allah swt berfirman: ' Demi sesungguhnya jika kamu bersyukur maka Aku akan tambahkan nikmat-Ku kepada kamu dan sekiranya kamu kufur, sesungguhnya azab-Ku amatlah keras'. ( Surah Ibrahim : 7 )


f) sabar Di dalam menghadapi cabaran hidup, kesabaran amat penting untuk membentuk peribadi unggul seperti yang dikehendaki Allah swt. Firman Allah swt : ' Wahai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu (menghadapi segala kesukaran dalam mengerjakan perkara-perkara kebajikan) dan kuatkanlah kesabaran kamu (lebih daripada kesabaran musuh di medan perjuangan) dan bersedialah (dengan kekiuatan pertahanan di daerah-daerah sempadan) serta bertaqwalah kamu kepada Allah supaya kamu berjaya'. (Surah Ali Imran : 200)

g) Adil
Adil bermaksud meletakkan sesuatu pada tempatnya. Para ulama membahagikan adil kepada beberapa peringkat iaitu adil terhadap diri sendiri, orang bawahan, pemimpin atasan dan juga sesama saudara. Sabda Rasulullah saw yang bermaksud,
'Tiga perkara yang menyelamatkan iaitu takut kepada Allah ketika bersendirian dan di khalayak ramai, berlaku adil pada ketika suka dan marah dan berjimat cermat ketika susah dan senang; dan tiga perkara yang membinasakan iaitu mengikut hawa nafsu, terlampau bakhil dan kagum


Kesan Manusia Beruntung Dalam Kehidupan
Seorang manusia yang memiliki sifat-sifat unggul adalah sangat beruntung kerana ia mampu mengemudi hidupnya dengan sempurna. Kondisi ini membuatkan ia dapat berperanan dengan baik kepada dirinya dan alam sekeliling.


Kesan Kepada Diri Sendiri
Manusia unggul akan berjaya melaksanakan amanah dan tanggungjawab dengan sebaik-baiknya dan sentiasa dapat memenuhi tuntutan-tuntutan rohani dan jasmaninya dengan terkawal. Aspek-aspek rohani dan jasmani manuisa yang terdiri daripada empat perkara asas iaitu akal fikiran, roh, jasad dan syahwat akan dapat dididik dan dipandu berdasarkan fitrah sebenar berdasarkan fungsi kejadian manusia itu sendiri sebagai makhluk istimewa dan khalifah Allah yang diamanahkan untuk memakmurkan bumi ini.


Akal fikiran yang diciptakan Allah swt merupakan mahkota berharga yang menampilkan imej manusia. Ia berkeupayaan menerima ilmu, berfikir, membezakan yang baik dan buruk, boleh diajar dan dididik serta boleh menyampaikannya kepada orang lain. Melalui akal, seseorang itu mendapat hidayah dan petunjuk Allah swt menerusi pemerhatian dan penghayatan terhadap kejadian-kejadian alam dan ajaran-ajaran yang disampaikan oleh orang lain.


Al-Quran menggesa manusia supaya menggunakan akal fikiran, memerhati dan mengkaji kejadian-kejadian alam ini. Pemerhatian dan pengkajian ini mempunyai faedah yang sangat besar iaitu memenuhi dan mempertingkatkan kemajuan hidup yang kemudiannnya akan menemui hakikat kebesaran Allah swt sebagai Pencipta yang Maha Agung. Dengan itu ia selaku makhluk yang mempunyai daya akal dan keupayaan akan tunduk patuh kepada kekuasaan Allah swt dengan penuh kesedaran dan akan melaksanakan kehidupan ini dalam situasi yang betul dan menuju keredhaan Allah swt.
Roh dan nyawa adalah komponen utama manusia. Adalah terlalu sulit untuk diperkatakan kerana ia sebenarnya urusan Allah swt. Walaupun demikian ia amat mustahak kerana dengannya mausia boleh hidup, bernafas, mendenyutkan nadi, memberikan dorongan dan kekuatan perasaan.


Satu lagi komponen manusia ialah jasad yang merangkumi kulit, daging, otot, urat, darah, tulang, anggota pancaindera dan lain-lain. Masing-masing mempunyai fungsi tersendiri dan meyempurnakan antara satu sama lain iaitu sesuai dengan kejadian manusia yang dijadikan Allah swt sebagai sebaik-baik kejadian. Seseorang yang terdidik dengan nilai-nilai unggul, jasadnya akan bergerak di atas panduan yang betul. Dia akan menggunakan kudratnya melakukan kerja-kerja yang baik, rehat dan tidur dengan seimbangnya, memakan makanan yang bersih dan halal, menjaga kesihatan diri, mengguna dan memelihara pancaindera dari sebarang kemudharatan, dosa dan sebagainya. Ini sesuai dengan firman Allah swt: ' … dan janganlah kamu sengaja mencampakkan diri ke dalam bahaya kebinasaan'. ( Surah al-Baqarah : 195 )


Jelasnya jasad perlu dijaga supaya tidak terdedah kepada kebinasaan, penyakit dan sebarang kecacatan kerana kesempurnaan jasad turut membantu keunggulan hidup seseorang.
Unsur seterusnya yang dikurniakan kepada manusia ialah nafsu syahwat. Imam al-Ghazali pernah mengumpamakan nafsu sebagai binatang liar, bermakna ia sesuatu yang sukar dikawal. Sekiranya nafsu dapat dididk dan dikawal, ia akan menjadi jinak dan tunduk menurut segala kemahuan diri manusia. Tetapi sekiranya ia tidak dididik dan dikawal, dengan mudah ia menjadi raja kepada diri seseorang untuk melakukan apa sahaja kemahuan yang lebih cenderung kepada keburukan. Firman Allah swt ; ' Sesungguhnya nafsu manusia itu sangat menyuruh melakukan kejahatan kecuali orang-orang yang telah diberi rahmat oleh Tuhanku (maka terselamatlah ia dari hasutan nafsu itu)'. ( Surah Yusuf : 53 )


Bagi menenuhi keinginan syahwat ini, Islam membenarkan perkahwinan. Dengan demikian umat manuisa akan membiak dan berkembang dengan cara yang betul di samping sebagai salah satu pengecapan kurniaan nikmat Allah swt dalam hidup berkeluarga.
Jelasnya, kejayaan atau kegagalan seseorang itu melaksanakan tanggungjawab, khususnya kepada diri sendiri adalah bergantung kepada berjaya atau gagalnya ia memenuhi tuntutan keempat-empat perkara tersebut. Aspek-aspek ini adalah asas pembangunan keluarga, masyarakat dan negara.


Kesan Kepada Keluarga
Seseorang insan yang unggul akan mudah mengatur urusan hidup keluarganya. Ia dapat merencanakan soal-soal penddikan, saraan, pergaulan dan pembangunan keluarganya dengan tarbiah Islamiah. Ia dapat menjalankan tugasnya sebagai ra’i atau ketua keluarga dan dalam masa yang sama sebagai abid atau hamba Allah yang sentiasa menjaga hubungannnya dengan Allah swt.


Dalam sesebuah keluarga, aspek-aspek kesihatan fizikal adalah sangat perlu. Ini kerana kesejahteraan pemikiran dan kerohanian seseorang bergantung rapat kepada kesejahteraan fizikal. Seseorang mukmin yang kuat adalah lebih baik daripada yang lemah. Minda yang sihat akan lahir dari tubuh badan yang sihat. Oleh itu, tarbiah jasmaniah seperti yang dituntut oleh syarak perlulah dilaksanakan dalam keadaan yang teratur. Umpamanya dalam pemilihan makanan mestilah yang bersih, baik dan dari sumber yang halal. Amalan buruk yang boleh memudaratkan badan seperti merokok, meminum minuman keras, menyalahgunakan dadah dan sebagainya, hendaklah dijauhi. Sekiranya ketentuan ini tidak dipatuhi, kesihatan jasmani akan terjejas dan boleh memberi kesan buruk kepada mental, fizikal dan spiritual.
Pendidikan rohani pula adalah aspek yang penting. Ia merangkumi keimanan, pengamalan syariat, pelaksanaan tanggungjawab sebagai seorang muslim serta pembangunan mental dan spiritual. Seorang ketua keluarga bertanggungjawab membentuk dan mendidik keluarganya mengamalkan tuntutan-tuntutan yang dikehendaki oleh Islam. Dalam masa yang sama menjauhi perkara-perkara yang haram dan makruh. Ia juga mestilah memastikan ketulenan akidah keluarganya dan membersihkannya dari sebarang bentuk kekufuran dan kesyirikan serta mengikis jiwa dari kekotoran dan penyakit melalui amalan dan latihan yang mantap serta berterusan. Firman Allah swt: 'Sesungguhnya berjayalah orang yang ( setelah menerima peringatan itu) berusaha membersihkan dirinya (dengan taat dan amal soleh) dan menyebut-nyebut dengan lidah dan hatinya akan nama Tuhannya serta mengerjakan sembahyang ( dengan khusyuk)'. ( Surah al-A’la : 14-15 )


Seperti yang telah dinyatakan akal fikiran sangat berharga bagi manuisa. Islam juga menuntut umatnya supaya menggunakan akal fikiran dengan betul. Islam menyuruh manusia supaya menuntut ilmu yang bermanfaat dan ilmu itu pula hendaklah disebarkan melalui proses pengajaran dan pengembangan.


Seiring dengan kekuatan pemikiran, pendidikan akhlak adalah amat mustahak. Seseorang ketua yang unggul adalah model yang berkesan dalam pendidikan akhlak keluarganya. Ia perlu membimbing ahli keluarganya dengan akhlak Islamiah berdasarkan ilmu dan pengalaman yang ada padanya. Kegagalan sesetengah keluarga untuk mengamalkan akhlak Islamiah kebanyakannya berpunca daripada kegagalan ketua keluarga atau ibu bapa masing-masing yang tidak mengamalkan nilai-nilai murni seperti yang ditetapkan oleh Islam. Sebab itulah ibu bapa perlu membentuk keunggulan diri mereka terlebih dahulu sebelum amalan itu dapat diperturunkan kepada anak-anak mereka.


Seorang ketua keluarga juga dapat mengatur soal kehidupan ekonomi dan sosial keluarganya berpandukan nilai-nilai yang baik. Ia akan mempunyai rasa tanggungjawab untuk mempertingkatkan taraf hidup keluarganya dengan mengamalkan sikap bersungguh-sungguh dalam kerjaya. Ia berkeyakinan bahawa kesungguhan bekerja adalah suruhan agama yang perlu ditunaikan. Dengan demikian ia akan membawa keluarganya keluar dari ruang lingkup kemiskinan yang menjadi salah satu musuh Islam yang boleh membawa kepada kekufuran seperti sabda Rasulullah saw : ' Hampir-hampr kefakiran itu membawa kepada kekufuran'. ( Riwayat Abu Naim )


Kesan Kepada Masyarakat, Negara Dan Ummah


Seseorang insan yang unggul akan memastikan hubungan kemasyarakatan dan keluarganya berada dalam satu ikatan yang jitu. Prinsip-prinsip hubungan kejiranan dan masyarakat di sekitarnya akan diasaskan kepada panduan-panduan yang digariskan oleh Islam. Firman Allah swt: ' Dan berpegang teguhlah kamu sekalian kepada tali Allah (agama Islam) dan janganlah kamu bercerai berai ..'. ( Surah Ali Imran : 103 ) ' Dan hendaklah kamu beribadat kepada Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatu apa jua dan hendaklah kamu berbuat baik kepada kedua-dua ibu bapa, kaum kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, jiran tetangga yang dekat, jiran tetangga yang jauh, rakan sejawat, orang musafir yang terlantar dan juga hamba sahaya yang kamu miliki'. ( Surah an-Nisa’ : 36 )
Sabda Rasulullah saw yang bermaksud: ' Hubungan orang mukmin dengan orang mukmin yang lain adalah seperti sebuah bangunan yang menguatkan antara satu sama lain'. ( Riwayat at-Tabarani )


Setiap kelompok masyarakat perlu memberi perhatian berat kepada bidang penddikan. Insan yang beruntung dalam sesebuah masyarakat akan memudahkan usaha dan perancangan untuk meningkatkan kualiti masyarakat melalui aktiviti pendididkan, pengajian dan muamalat.
Penghayatan agama juga sangat mustahak. Merekalah yang akan mengembangkan penghayatan ajaran Islam melalui aktiviti-aktiviti yang berfaedah melalui cara-cara yang formal atau tidak formal. Susasana ini bukan sahaja dapat melahirkan masyarakat yang harmoni dan berdisiplin, tetapi juga akan menampakkan masyarakat yang mempunyai imej yang tinggi serta mendapat keberkatan daripada Allah swt.


Seperti yang diketahui, ketrampilan seseorang individu atau masyarakat dengan ilmu agama semata-mata tanpa ilmu duniawi adalah sesuatu yang tidak sempurna. Dalam ertikata lain, seseorang muslim perlu mendapatkan pengetahuan yang luas dan kemahiran yang tinggi dalam ilmu selain ilmu agama yang menjadi keperluan asasi. Ia meliputi ilmu ekonomi, politik dan sosial yang perlu diketahui sebagai alat untuk meletakkan diri masing-masing dalam arus perdana kehidupan bermasyarakat dan beragama. Dengan sebab itu bidang ekonomi, politik dan sosial mesti diketahui dan dicenburi secara bersungguh-sungguh sekurang-kurangnya pada tahap yang paling asas. Bidang-bidang ini merupakan urusan hidup yang menjadi sebahagian penting yang dikehendaki oleh ajaran Islam seperti yang dijelaskan dalam firman Allah swt: 'Dan tuntutlah dengan harta kekayaan yang telah dikurniakan oleh Allah kepadamu (pahala dan kebahagiaan) hari akhirat dan janganlah engkau melupakan bahagianmu ( keperluan dan bekalanmu ) dari dunia'. ( Surah al-Qasas : 77 )
Selain bidang sosial dan ekonomi, bidang poltik juga menjadi perkara yang penting dalam sesebuah masyarakat. Kestabilan politik sesebuah negara adalah berpunca daripada keunggulan dan kekuatan yang ada pada diri setiap individu, yang kemudiannya membentuk satu ikatan warganegara yang kukuh.


Apabila sesebuah masyarakat itu kukuh, akan lahir pula tokoh-tokoh berwibawa yang boleh diharap menjadi pemimpin bagi setiap kelompok masyarakat. Pemimpin ini pula perlu mempunyai ilmu, kemahiran dan sifat-sifat unggul sebagai pemimpin. Dia perlu diberi kepercayaan dan sokongan supaya masyarakat dan negara dapat dibawa kepada pencapaian matlamat kemakmuran hidup dan keredhaan Allah swt seperti yang dapat difahami daripada kisah negeri Saba’ ( Yaman Tua ) yang diceritakan di dalam al-Quran : ' Demi sesungguhnya, adalah bagi penduduk negeri Saba’ satu tanda (yang membuktikan kemurahan Allah) yang terdapat di tempat tinggal mereka, iaitu dua kumpulan kebun ( yang luas lagi subur) yang terletak di sebelah kanan dan di sebelah kiri (kampung mereka). (Lalu dikatakan kepada mereka) : 'Makanlah dari rezeki pemberian Tuhan kamu dan bersyukurlah kepada-Nya , (negeri kamu ini adalah) negeri yang baik (aman dan makmur) dan (Tuhan kamu adalah) Tuhan yang Amat Pengampun'. ( Surah saba’ : 15 ).


Dalam konteks kepentingan sejagat pula seseorang insan yang unggul akan mampu memimpin ummah di peringkat yang lebih luas. Kejayaan memimpin negara akan diikuti oleh negara lain sebagai model. Pemimpin yang berwibawa di arena antarabangsa ini diperintahkaan oleh Islam supaya memberikan sumbangan untuk kesejahteraan ummah. Dengan itu tercapailah fungsi manusia sebagai khalifah Allah swt di atas muka bumi ini.
Penutup
Demikianlah antara kesan-kesan yang dapat dilahirkan oleh insan yang umggul dalam kehidupannya sama ada kepada diri, keluarga, masyarakat, negara dan ummah hasil daripada pegangan dan amalan terhadap nilai-nilai unggul seperti yang telah dinyatakan.



Pengirim:
Ruzita Binti Mokhtar

Tarikh : 22 April 2005 Sumber : [Ruzita Binti Mokhtar] Editor : PRO JAKIM [Zakaria Bin Othman]Hits : 22448