Sabtu, 25 Disember 2010

Kiat mencari jodoh



Kiat Mencari Jodoh

by Tazkiah an Nafs on Saturday, December 25, 2010 at 7:49pm

Allah telah menciptakan manusia berpasang-pasangan, supaya muncul suatu ketenangan, kesenangan, ketenteraman, kedamaian dana kebahagiaan. Hal ini tentu saja menyebabkan setiap laki-laki dan perempuan mendambakan pasangan hidup yang memang merupakan fitrah manusia, apalagi pernikahan itu merupakan ketetapan Ilahi dan dalam sunnah Rasul ditegaskan bahwa “Nikah adalah Sunnahnya”. Oleh karena itu Dinul Islam mensyariatkan dijalinnya pertemuan antara laki-laki dan perempuan dan selanjutnya mengarahkan pertemuan tersebut sehingga terlaksananya suatu pernikahan.

Namun dalam kenyataannya, untuk mencari pasangan yang sesuai tidak selamanya mudah. Hal ini berkaitan dengan permasalahan jodoh. Memang perjodohan itu sendiri suatu hal yang ghaib dan sulit diduga, kadang-kadang pada sebagian orang mudah sekali datangnya, dan bagi yang lain amat sulit dan susah. Bahkan ada kalanya sampai tua seseorang belum menikah juga.

Fenomena beberapa tahun akhir-akhir ini, kita melihat betapa banyaknya muslimah-muslimah yang menunggu kedatangan jodoh, sehingga tanpa terasa usia mereka semakin bertambah, sedangkan para musliminnya, bukannya tidak ada, mereka secara ma’isyah belum berani maju untuk melangkahkan kakinya menuju mahligai rumah tangga yang mawaddah wa rahmah. Kekhawatiran jelas tampak, di tengah-tengah perekonomian yang semakin terpuruk, sulit bagi mereka untuk memutuskan segera menikah.

Gejala ini merupakan salah satu dari problematika dakwah dewasa ini. Dampaknya kaum muslimah semakin membludak, usia mereka pelan namun pasti beranjak semakin naik.

Untuk mencari solusinya, dengan tetap berpegangan kepada syariat Islam yang memang diturunkan untuk kemaslahatan manusia, beberapa kiat mencari jodoh dapat dilakukan :

1. Yang paling utama dan lebih utama adalah memohonkannya pada Sang Khalik, karena Dialah yang menciptakan manusia berpasang-pasangan (QS.4:1). Permohonan kepada Allah SWT dengan meminta jodoh yang diridhoiNya, merupakan kebutuhan penting manusia karena kesuksesan manusia mendapatkan jodoh berpengaruh besar dalam kehidupan dunia dan akhirat seseorang.

2. Melalui mediator, antara lain:

a. Orang tua. Seorang muslimah dapat meminta orang tuanya untuk mencarikannya jodoh dengan menyebut kriteria yang ia inginkan. Pada masa Nabi SAW, beliau dan para sahabat-sahabatnya segera menikahkan anak perempuan. Sebagaimana cerita Fatimah binti Qais, bahwa Nabi SAW bersabda padanya : Kawinlah dengan Usamah. Lalu aku kawin dengannya, maka Allah menjadikan kebaikan padanya dan keadaanku baik dan menyenangkan dengannya (HR. Muslim).

b. Guru ngaji (murabbiyah). Jika memang sudah mendesak untuk menikah, seorang muslimah tidak ada salahnya untuk minta tolong kepada guru ngajinya agar dicarikan jodoh yang sesuai dengannya. Dengan keyakinan bahwa jodoh bukanlah di tangan guru ngaji. Ini adalah salah satu upaya dalam mencari jodoh.

c. Sahabat dekat. Kepadanya seorang muslimah bisa mengutarakan keinginannya untuk dicarikan jodoh. Sebagai gambaran, kita melihat perjodohan antara Nabi SAW dengan Khadijah RA. Diawali dengan ketertarikan Khadijah RA kepada pribadi beliau yang pada saat itu berstatus karyawan pada perusahaan bisnis yang dipegang oleh Khadijah RA. Melalui Nafisah sebagai mediatornya akhirnya Nabi SAW menikahi Khadijah RA..

d. Biro Jodoh. Biro jodoh yang Islami dapat memenuhi keinginan seorang muslimah untuk menikah. Dikatakan Islami karena prosedur yang dilakukan sesuai dengan syariat Islam. Salah satu di antaranya adalah Club Ummi Bahagia.

3. Langsung, dalam arti calon sudah dikenal terlebih dahulu dan ia berakhlaq Islami menurut kebanyakan orang-orang yang dekat dengannya (temannya atau pihak keluarganya). Namun pacaran tetap dilarang oleh Islam. Jika masing-masing sudah cocok maka segera saja melamar dan menikah. Kadang kala yang tertarik lebih dahulu adalah muslimahnya, maka ia dapat menawarkan dirinya kepada laki-laki saleh yang ia senangi tersebut (dalam hal ini belum lazim di tengah-tengah masyarakat kita). Seorang sahabiat pernah datang kepada Nabi SAW dan menawarkan dirinya pada beliau. Maka seorang wanita mengomentarinya, “Betapa sedikit rasa malunya.” Ayahnya yang mendengar komentar putrinya itu menjawab, “Dia lebih baik dari pada kamu, dia menginginkan Nabi SAW dan menawarkan dirinya kepada beliau.”

Sebuah cerita bagus dikemukakan oleh Abdul Halim Abu Syuqqoh pengarang buku Tahrirul Mar’ah, bahwa ada seorang temannya yang didatangi oleh seorang wanita untuk mengajaknya menikah. Temannya itu merasa terkejut dan heran, maka wanita itu bertanya, “Apakah aku mengajak Anda untuk berbuat haram? Aku hanya mengajak Anda untuk kawin sesuai dengan sunnah Allah dan Rasul-Nya”. Maka terjadilah pernikahan setelah itu.

Semua upaya tersebut hendaknya dilakukan satu persatu dengan rasa sabar dan tawakal tidak kenal putus asa. Di samping itu seorang muslimah sambil menunggu sebaiknya ia mengaktualisasikan kemampuannya. Lakukan apa yang dapat dilakukan sehingga bermanfaat bagi masyarakat dan dakwah. Jika seorang muslimah kurang pergaulan, bagaimana ia dapat mengenal orang lain yang ingin menikahinya.

Barangkali perlu mengadakan evaluasi terhadap kriteria pasangan hidup yang ia inginkan. Bisa jadi standar ideal yang ia harapkan menyebabkan ia terlalu memilih-milih. Menikah dengan orang hanif (baik keagamaannya) merupakan salah satu alternatif yang perlu diperhatikan sebagai suatu tantangan dakwah baginya.

Akhirnya, semua usaha yang telah dilakukan diserahkan kembali kepada Allah SWT. Ia Maha Mengetahui jalan kehidupan kita dan kepadaNyalah kita berserah diri. Wallahu A’lam bishowab.


Sumber : hudzaifah/hdn/dakwatuna.com

Jumaat, 24 Disember 2010

Sandaran hati



Sandaran Hati


by Tazkiah an Nafs on Saturday, December 25, 2010 at 6:57am


“Orang yang paling pedih cobaannya di dunia adalah para Nabi, kemudian orang-orang saleh, kemudian orang-orang yang derajatnya dekat dengan mereka.” (HR Al Hakim)

Hidup adalah perjuangan. Tidaklah mudah menjadi seorang yang istiqamah dalam kebenaran, karena tidak jarang dalam kebenaran godaan hidup sering menghampiri. Namun, juga tak sulit untuk beristiqomah asal ada niat dan kemauan yang kuat.

Kelaparan, kemiskinan, kesedihan, kehormatan, dan kekayaan adalah di antara pintu yang kerap dimasuki setan, untuk menyeret seseorang bergabung dalam barisannya. Bukan hanya orang yang berperangai buruk yang mendapatkan ujian, orang baikpun mendapatkan ujian yang sama dari Allah SWT.

Karena itu, ketika godaan tersebut mendatangi kita, yang patut dilakukan adalah menyandarkan diri dan memohon perlindungan pada Yang Mahakuasa, Allah SWT. “Dan jika kamu ditimpa sesuatu godaan setan, maka berlindunglah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (QS Al A’raf[7]:200).

Tidak sedikit orang yang salah dalam bergantung dan bersandar, jatuh dalam jurang kesesatan, yang berakibat penyesalan. Putra dan istri Nabi Nuh AS, misalnya, mereka hanya bergantung kepada ketinggian gunung, untuk menyelamatkan diri dari banjir yang dahsyat. Padahal, ada Zat Yang Maha tinggi, yang jika menghampiri dan mendekatiNya. Dia akan lebih mendekat dan menyelamatkannya.

Orang yang menyandarkan hatinya pada Allah SWT selalu akan menuai ketentraman. Dalam surat Alma’rij ayat 19-23, dijanjikan bagi orang yang bersungguh-sungguh dalam shalatnya, akan selamat dari sifat buruk, keluh kesah, dan kikir. Itu sebabnya shalat yang baik dapat mencegah dari perbuatan keji dan mungkar. Dan shalat adalah wujud penyerahan dan penyandaran hati pada Allah SWT, “Hai orang-orang yang beriman, mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan (mengerjakan) shalat.” (QS Albaqarah[2]:153).

Ketika Musa AS dan umatnya mengalami tekanan berat dari Fir’aun, ketika Muhammad SAW dan para sahabatnya menerima kecaman dari orang-orang kafir, hanya satu yang mereka lakukan; mendekat pada Allah. Mereka semua bersandar seraya bermunajat pada Allah SWT agar diberikan keselamatan dan kekuatan.

Hanya orang yang sombonglah yang tidak mau bergantung pada Allah SWT. Hanya orang sombonglah yang menganggap apa yang dimiliki mampu menyelamatkan hidupnya. Terlalu sayang kalau hidup yang sekali ini hanya untuk menyombongkan diri

Oleh : Aang Saeful Millah

Sabtu, 18 Disember 2010

CIRI-CIRI MANUSIA UNGGUL



CIRI-CIRI MANUSIA UNGGUL


Oleh : Bahagian Penerbitan, JAKIM


Pendahuluan
Manusia unggul adalah mereka yang memenuhi ciri-ciri individu Islam yang sebenarnya menurut kehendak Al-Quran dan as-Sunnah dalam seluruh aspek kehidupan. Bagi mewujudkan manusia unggul, seseorang itu hendaklah memiliki ciri-ciri keunggulan iaitu keimanan yang utuh, amal ibadat yang meliputi ibadat khususiah dan fardhu kifayah dan akhlak mulia yang merupakan cermin keimanan dan amal salih.


1. Keimanan Yang Utuh
Keimanan kepada Allah swt adalah paksi pembinaan negara dan ummah. Dengan keimanan itu akan lahirlah individu yang unggul dan masyarakat yang berbudi luhur, berdisiplin dan beramanah demi kebaikan dunia dan akhirat. Allah swt berfirman dalam surah al-Asr: ' Demi masa sesungguhnya manusia itu berada dalam kerugian kecuali orang yang beriman dan beramal salih yang berpesan dengan kebenaran dan berpesan dengan kesabaran'. ( Surah al-Asr : 1-3 ) lam ayat ini Allah swt menjelaskan bahawa manusia yang beruntung ialah mereka yang beriman dan beramal salih. Beriman kepada Allah adalah proses peralihan jiwa manuisa daripada menganggap dirinya bebas daripada sebarang kuasa dan ikatan serta tanggungjawab kepada ketundukan mengaku tanpa syarat bahawa tiada ýTuhan melainkan Allah dan Muhammad itu Rasulullah. Iman merangkumi tiga unsur utama, pengetahuan yang mendalam, kepercayaan yang jitu dan keyakinan yang teguh. Ketiga-tiga unsur ini akan membentuk iman yang kukuh yang menjadi tonggak kekuatan ruhaniyah yang cukup kental untuk membina jiwa dan jasmani manusia. Keteguhan iman juga merupakan penghalang daripada melakukan kejahatan dan maksiat.


2. Pelaksanaan Amal Ibadat
Keimanan tanpa ketaatan melalui amal ibadat adalah sia-sia. Seseorang yang berperibadi unggul akan tergambar jelas keimanannya melalui amal perbuatan dalam kehidupan sehariannya. Bahkan jika dikaji tujuan Allah menjadikan manusia itu sendiri ialah supaya beribadat kepada-Nya. Firman Allah swt : ' Tidak Aku ciptakan jin dan manusia itu melainkan untuk beribadat'. ( Surah az-Zariat : 56 )
Ibadat adalah bukti ketundukan seseorang hamba setelah mengaku beriman kepada Tuhannya. Ibadat yang dimaksudkan di sini termasuklah ibadat khususiah yang menyentuh fardhu ain dan juga fardhu kifayah yang merangkumi hubungan manusia sesama manusia. Justeru itu, bagi individu yang berperibadi unggul, seluruh hidupnya baik hubungannya dengan Pencipta ataupun masyarakat adalah dianggap ibadat. Allah swt berfirman: ' Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman iaitu orang yang khusyu’ dalam sembahyangnya, orang yang menjauhkan dirinya (dari perbuatan) yang tidak berguna, orang yang menunaikan zakat dan orang yang menjaga kehormatannya kecuali terhadap isteri-isterinya atau hamba yang mereka miliki, maka sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada tercela'. ( Surah al-Mukminun : 1-6 )


3. Akhlak Mulia
Akhlak mulia bagi peribadi unggul adalah hasil keimanan yang kental. Ini disebabkan tali ikatan yang menjalinkan hubungan antara individu dengan masyarakat terbentuk melalui nilai-nilai dan disiplin yang diamalkan oleh anggota masyarakat tersebut. Sekiranya nilai yang diamalkan itu positif maka akan lahirlah sebuah masyarakat yang aman, damai, harmoni dan diselubungi roh Islam. Rasulullah saw adalah contoh utama pembentukan akhlak. Dalam sebuah hadith, baginda saw bersabda, 'Sesungguhnya aku diutuskan untuk menyempurnakan akhlak yang mulia'. ( Riwayat Ahmad )


Beberapa nilai yang baik dalam akhlak Islam yang menjadi tonggak amalan bagi melahirkan individu unggul ialah:
a) Amanah
Amanah adalah sifat mulia yang mesti diamalkan oleh setiap orang. Ia adalah asas ketahanan umat, kestabilan negara, kekuasaan, kehormatan dan roh kepada keadilan. Firman Allah swt: ' Maka tunaikanlah oleh orang yang diamanahkan itu akan amanahnya dan bertaqwalah kepada Allah, Tuhannya'. ( Surah al-Baqarah : 283 )


b) Ikhlas
Ikhlas adalah inti setiap ibadah dan perbuatan. Firman Allah swt: ' Padahal mereka tidak diperintahkan melainkan supaya menyembah Allah dengan mengikhlaskan ibadat kepada-Nya '. ( Surah al-Bayyinah : 5 )
Ikhlas akan menghasilkan kemenangan dan kejayaan. Masyarakat yang mengamalkan sifat ikhlas akan mencapai kebaikan dunia dan akhirat, bersih daripada sifat kerendahan dan mencapai perpaduan, persaudaraan, perdamaian dan kesejahteraan. Sabda Rasulullah saw yang bermaksud, ' Bahagialah dengan limpahan kebaikan bagi orang-orang yang bila dihadiri (berada dalam kumpulan) tidak dikenali, tetapi apabila tidak hadir tidak pula kehilangan. Mereka itulah pelita hidayat. Tersisih daripada mereka segala fitnah dan angkara orang yang zalim'. ( Riwayat Imam al-Baihaqi )


c) Tekun
Islam menggalakkkan umatnya supaya tekun apabila melakukan sesuatu pekerjaan sehingga selesai dan berjaya. Sabda Rasulullah saw, ' Sesungguhnya Allah swt menyukai apabila seseorang kamu bekerja dia melakukan dengan tekun'. ( Riwayat Abu daud )
Sifat tekun akan meningkatkan produktiviti ummah, melahirkan suasana kerja yang aman dan memberi kesan yang baik kepada masyarakat.


d) Berdisiplin
Berdisiplin dalam menjalankan sesuatu kerja akan dapat menghasilkan mutu kerja yang cemerlang. Hasrat negara untuk maju dan cemerlang akan dapat dicapai denga lebih cepat lagi. Dengan berdisiplin seseorang itu akan dapat menguatkan pegangannya terhadap ajaran agama dan menghasilkan mutu kerja yang cemerlang.


e) Bersyukur
Bersyukur dalam konteks peribadi unggul berlaku dalam dua keadaan: pertama; sebagai tanda kerendahan hati terhadap segala nikmat yang diberikan oleh Pencipta sama ada sedikit atau banyak, kedua; bersyukur sesama makhluk sebagai ketetapan daripada Allah swt supaya kebajikan sentiasa dibalas dengan kebajikan. Allah swt berfirman: ' Demi sesungguhnya jika kamu bersyukur maka Aku akan tambahkan nikmat-Ku kepada kamu dan sekiranya kamu kufur, sesungguhnya azab-Ku amatlah keras'. ( Surah Ibrahim : 7 )


f) sabar Di dalam menghadapi cabaran hidup, kesabaran amat penting untuk membentuk peribadi unggul seperti yang dikehendaki Allah swt. Firman Allah swt : ' Wahai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu (menghadapi segala kesukaran dalam mengerjakan perkara-perkara kebajikan) dan kuatkanlah kesabaran kamu (lebih daripada kesabaran musuh di medan perjuangan) dan bersedialah (dengan kekiuatan pertahanan di daerah-daerah sempadan) serta bertaqwalah kamu kepada Allah supaya kamu berjaya'. (Surah Ali Imran : 200)

g) Adil
Adil bermaksud meletakkan sesuatu pada tempatnya. Para ulama membahagikan adil kepada beberapa peringkat iaitu adil terhadap diri sendiri, orang bawahan, pemimpin atasan dan juga sesama saudara. Sabda Rasulullah saw yang bermaksud,
'Tiga perkara yang menyelamatkan iaitu takut kepada Allah ketika bersendirian dan di khalayak ramai, berlaku adil pada ketika suka dan marah dan berjimat cermat ketika susah dan senang; dan tiga perkara yang membinasakan iaitu mengikut hawa nafsu, terlampau bakhil dan kagum


Kesan Manusia Beruntung Dalam Kehidupan
Seorang manusia yang memiliki sifat-sifat unggul adalah sangat beruntung kerana ia mampu mengemudi hidupnya dengan sempurna. Kondisi ini membuatkan ia dapat berperanan dengan baik kepada dirinya dan alam sekeliling.


Kesan Kepada Diri Sendiri
Manusia unggul akan berjaya melaksanakan amanah dan tanggungjawab dengan sebaik-baiknya dan sentiasa dapat memenuhi tuntutan-tuntutan rohani dan jasmaninya dengan terkawal. Aspek-aspek rohani dan jasmani manuisa yang terdiri daripada empat perkara asas iaitu akal fikiran, roh, jasad dan syahwat akan dapat dididik dan dipandu berdasarkan fitrah sebenar berdasarkan fungsi kejadian manusia itu sendiri sebagai makhluk istimewa dan khalifah Allah yang diamanahkan untuk memakmurkan bumi ini.


Akal fikiran yang diciptakan Allah swt merupakan mahkota berharga yang menampilkan imej manusia. Ia berkeupayaan menerima ilmu, berfikir, membezakan yang baik dan buruk, boleh diajar dan dididik serta boleh menyampaikannya kepada orang lain. Melalui akal, seseorang itu mendapat hidayah dan petunjuk Allah swt menerusi pemerhatian dan penghayatan terhadap kejadian-kejadian alam dan ajaran-ajaran yang disampaikan oleh orang lain.


Al-Quran menggesa manusia supaya menggunakan akal fikiran, memerhati dan mengkaji kejadian-kejadian alam ini. Pemerhatian dan pengkajian ini mempunyai faedah yang sangat besar iaitu memenuhi dan mempertingkatkan kemajuan hidup yang kemudiannnya akan menemui hakikat kebesaran Allah swt sebagai Pencipta yang Maha Agung. Dengan itu ia selaku makhluk yang mempunyai daya akal dan keupayaan akan tunduk patuh kepada kekuasaan Allah swt dengan penuh kesedaran dan akan melaksanakan kehidupan ini dalam situasi yang betul dan menuju keredhaan Allah swt.
Roh dan nyawa adalah komponen utama manusia. Adalah terlalu sulit untuk diperkatakan kerana ia sebenarnya urusan Allah swt. Walaupun demikian ia amat mustahak kerana dengannya mausia boleh hidup, bernafas, mendenyutkan nadi, memberikan dorongan dan kekuatan perasaan.


Satu lagi komponen manusia ialah jasad yang merangkumi kulit, daging, otot, urat, darah, tulang, anggota pancaindera dan lain-lain. Masing-masing mempunyai fungsi tersendiri dan meyempurnakan antara satu sama lain iaitu sesuai dengan kejadian manusia yang dijadikan Allah swt sebagai sebaik-baik kejadian. Seseorang yang terdidik dengan nilai-nilai unggul, jasadnya akan bergerak di atas panduan yang betul. Dia akan menggunakan kudratnya melakukan kerja-kerja yang baik, rehat dan tidur dengan seimbangnya, memakan makanan yang bersih dan halal, menjaga kesihatan diri, mengguna dan memelihara pancaindera dari sebarang kemudharatan, dosa dan sebagainya. Ini sesuai dengan firman Allah swt: ' … dan janganlah kamu sengaja mencampakkan diri ke dalam bahaya kebinasaan'. ( Surah al-Baqarah : 195 )


Jelasnya jasad perlu dijaga supaya tidak terdedah kepada kebinasaan, penyakit dan sebarang kecacatan kerana kesempurnaan jasad turut membantu keunggulan hidup seseorang.
Unsur seterusnya yang dikurniakan kepada manusia ialah nafsu syahwat. Imam al-Ghazali pernah mengumpamakan nafsu sebagai binatang liar, bermakna ia sesuatu yang sukar dikawal. Sekiranya nafsu dapat dididk dan dikawal, ia akan menjadi jinak dan tunduk menurut segala kemahuan diri manusia. Tetapi sekiranya ia tidak dididik dan dikawal, dengan mudah ia menjadi raja kepada diri seseorang untuk melakukan apa sahaja kemahuan yang lebih cenderung kepada keburukan. Firman Allah swt ; ' Sesungguhnya nafsu manusia itu sangat menyuruh melakukan kejahatan kecuali orang-orang yang telah diberi rahmat oleh Tuhanku (maka terselamatlah ia dari hasutan nafsu itu)'. ( Surah Yusuf : 53 )


Bagi menenuhi keinginan syahwat ini, Islam membenarkan perkahwinan. Dengan demikian umat manuisa akan membiak dan berkembang dengan cara yang betul di samping sebagai salah satu pengecapan kurniaan nikmat Allah swt dalam hidup berkeluarga.
Jelasnya, kejayaan atau kegagalan seseorang itu melaksanakan tanggungjawab, khususnya kepada diri sendiri adalah bergantung kepada berjaya atau gagalnya ia memenuhi tuntutan keempat-empat perkara tersebut. Aspek-aspek ini adalah asas pembangunan keluarga, masyarakat dan negara.


Kesan Kepada Keluarga
Seseorang insan yang unggul akan mudah mengatur urusan hidup keluarganya. Ia dapat merencanakan soal-soal penddikan, saraan, pergaulan dan pembangunan keluarganya dengan tarbiah Islamiah. Ia dapat menjalankan tugasnya sebagai ra’i atau ketua keluarga dan dalam masa yang sama sebagai abid atau hamba Allah yang sentiasa menjaga hubungannnya dengan Allah swt.


Dalam sesebuah keluarga, aspek-aspek kesihatan fizikal adalah sangat perlu. Ini kerana kesejahteraan pemikiran dan kerohanian seseorang bergantung rapat kepada kesejahteraan fizikal. Seseorang mukmin yang kuat adalah lebih baik daripada yang lemah. Minda yang sihat akan lahir dari tubuh badan yang sihat. Oleh itu, tarbiah jasmaniah seperti yang dituntut oleh syarak perlulah dilaksanakan dalam keadaan yang teratur. Umpamanya dalam pemilihan makanan mestilah yang bersih, baik dan dari sumber yang halal. Amalan buruk yang boleh memudaratkan badan seperti merokok, meminum minuman keras, menyalahgunakan dadah dan sebagainya, hendaklah dijauhi. Sekiranya ketentuan ini tidak dipatuhi, kesihatan jasmani akan terjejas dan boleh memberi kesan buruk kepada mental, fizikal dan spiritual.
Pendidikan rohani pula adalah aspek yang penting. Ia merangkumi keimanan, pengamalan syariat, pelaksanaan tanggungjawab sebagai seorang muslim serta pembangunan mental dan spiritual. Seorang ketua keluarga bertanggungjawab membentuk dan mendidik keluarganya mengamalkan tuntutan-tuntutan yang dikehendaki oleh Islam. Dalam masa yang sama menjauhi perkara-perkara yang haram dan makruh. Ia juga mestilah memastikan ketulenan akidah keluarganya dan membersihkannya dari sebarang bentuk kekufuran dan kesyirikan serta mengikis jiwa dari kekotoran dan penyakit melalui amalan dan latihan yang mantap serta berterusan. Firman Allah swt: 'Sesungguhnya berjayalah orang yang ( setelah menerima peringatan itu) berusaha membersihkan dirinya (dengan taat dan amal soleh) dan menyebut-nyebut dengan lidah dan hatinya akan nama Tuhannya serta mengerjakan sembahyang ( dengan khusyuk)'. ( Surah al-A’la : 14-15 )


Seperti yang telah dinyatakan akal fikiran sangat berharga bagi manuisa. Islam juga menuntut umatnya supaya menggunakan akal fikiran dengan betul. Islam menyuruh manusia supaya menuntut ilmu yang bermanfaat dan ilmu itu pula hendaklah disebarkan melalui proses pengajaran dan pengembangan.


Seiring dengan kekuatan pemikiran, pendidikan akhlak adalah amat mustahak. Seseorang ketua yang unggul adalah model yang berkesan dalam pendidikan akhlak keluarganya. Ia perlu membimbing ahli keluarganya dengan akhlak Islamiah berdasarkan ilmu dan pengalaman yang ada padanya. Kegagalan sesetengah keluarga untuk mengamalkan akhlak Islamiah kebanyakannya berpunca daripada kegagalan ketua keluarga atau ibu bapa masing-masing yang tidak mengamalkan nilai-nilai murni seperti yang ditetapkan oleh Islam. Sebab itulah ibu bapa perlu membentuk keunggulan diri mereka terlebih dahulu sebelum amalan itu dapat diperturunkan kepada anak-anak mereka.


Seorang ketua keluarga juga dapat mengatur soal kehidupan ekonomi dan sosial keluarganya berpandukan nilai-nilai yang baik. Ia akan mempunyai rasa tanggungjawab untuk mempertingkatkan taraf hidup keluarganya dengan mengamalkan sikap bersungguh-sungguh dalam kerjaya. Ia berkeyakinan bahawa kesungguhan bekerja adalah suruhan agama yang perlu ditunaikan. Dengan demikian ia akan membawa keluarganya keluar dari ruang lingkup kemiskinan yang menjadi salah satu musuh Islam yang boleh membawa kepada kekufuran seperti sabda Rasulullah saw : ' Hampir-hampr kefakiran itu membawa kepada kekufuran'. ( Riwayat Abu Naim )


Kesan Kepada Masyarakat, Negara Dan Ummah


Seseorang insan yang unggul akan memastikan hubungan kemasyarakatan dan keluarganya berada dalam satu ikatan yang jitu. Prinsip-prinsip hubungan kejiranan dan masyarakat di sekitarnya akan diasaskan kepada panduan-panduan yang digariskan oleh Islam. Firman Allah swt: ' Dan berpegang teguhlah kamu sekalian kepada tali Allah (agama Islam) dan janganlah kamu bercerai berai ..'. ( Surah Ali Imran : 103 ) ' Dan hendaklah kamu beribadat kepada Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatu apa jua dan hendaklah kamu berbuat baik kepada kedua-dua ibu bapa, kaum kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, jiran tetangga yang dekat, jiran tetangga yang jauh, rakan sejawat, orang musafir yang terlantar dan juga hamba sahaya yang kamu miliki'. ( Surah an-Nisa’ : 36 )
Sabda Rasulullah saw yang bermaksud: ' Hubungan orang mukmin dengan orang mukmin yang lain adalah seperti sebuah bangunan yang menguatkan antara satu sama lain'. ( Riwayat at-Tabarani )


Setiap kelompok masyarakat perlu memberi perhatian berat kepada bidang penddikan. Insan yang beruntung dalam sesebuah masyarakat akan memudahkan usaha dan perancangan untuk meningkatkan kualiti masyarakat melalui aktiviti pendididkan, pengajian dan muamalat.
Penghayatan agama juga sangat mustahak. Merekalah yang akan mengembangkan penghayatan ajaran Islam melalui aktiviti-aktiviti yang berfaedah melalui cara-cara yang formal atau tidak formal. Susasana ini bukan sahaja dapat melahirkan masyarakat yang harmoni dan berdisiplin, tetapi juga akan menampakkan masyarakat yang mempunyai imej yang tinggi serta mendapat keberkatan daripada Allah swt.


Seperti yang diketahui, ketrampilan seseorang individu atau masyarakat dengan ilmu agama semata-mata tanpa ilmu duniawi adalah sesuatu yang tidak sempurna. Dalam ertikata lain, seseorang muslim perlu mendapatkan pengetahuan yang luas dan kemahiran yang tinggi dalam ilmu selain ilmu agama yang menjadi keperluan asasi. Ia meliputi ilmu ekonomi, politik dan sosial yang perlu diketahui sebagai alat untuk meletakkan diri masing-masing dalam arus perdana kehidupan bermasyarakat dan beragama. Dengan sebab itu bidang ekonomi, politik dan sosial mesti diketahui dan dicenburi secara bersungguh-sungguh sekurang-kurangnya pada tahap yang paling asas. Bidang-bidang ini merupakan urusan hidup yang menjadi sebahagian penting yang dikehendaki oleh ajaran Islam seperti yang dijelaskan dalam firman Allah swt: 'Dan tuntutlah dengan harta kekayaan yang telah dikurniakan oleh Allah kepadamu (pahala dan kebahagiaan) hari akhirat dan janganlah engkau melupakan bahagianmu ( keperluan dan bekalanmu ) dari dunia'. ( Surah al-Qasas : 77 )
Selain bidang sosial dan ekonomi, bidang poltik juga menjadi perkara yang penting dalam sesebuah masyarakat. Kestabilan politik sesebuah negara adalah berpunca daripada keunggulan dan kekuatan yang ada pada diri setiap individu, yang kemudiannya membentuk satu ikatan warganegara yang kukuh.


Apabila sesebuah masyarakat itu kukuh, akan lahir pula tokoh-tokoh berwibawa yang boleh diharap menjadi pemimpin bagi setiap kelompok masyarakat. Pemimpin ini pula perlu mempunyai ilmu, kemahiran dan sifat-sifat unggul sebagai pemimpin. Dia perlu diberi kepercayaan dan sokongan supaya masyarakat dan negara dapat dibawa kepada pencapaian matlamat kemakmuran hidup dan keredhaan Allah swt seperti yang dapat difahami daripada kisah negeri Saba’ ( Yaman Tua ) yang diceritakan di dalam al-Quran : ' Demi sesungguhnya, adalah bagi penduduk negeri Saba’ satu tanda (yang membuktikan kemurahan Allah) yang terdapat di tempat tinggal mereka, iaitu dua kumpulan kebun ( yang luas lagi subur) yang terletak di sebelah kanan dan di sebelah kiri (kampung mereka). (Lalu dikatakan kepada mereka) : 'Makanlah dari rezeki pemberian Tuhan kamu dan bersyukurlah kepada-Nya , (negeri kamu ini adalah) negeri yang baik (aman dan makmur) dan (Tuhan kamu adalah) Tuhan yang Amat Pengampun'. ( Surah saba’ : 15 ).


Dalam konteks kepentingan sejagat pula seseorang insan yang unggul akan mampu memimpin ummah di peringkat yang lebih luas. Kejayaan memimpin negara akan diikuti oleh negara lain sebagai model. Pemimpin yang berwibawa di arena antarabangsa ini diperintahkaan oleh Islam supaya memberikan sumbangan untuk kesejahteraan ummah. Dengan itu tercapailah fungsi manusia sebagai khalifah Allah swt di atas muka bumi ini.
Penutup
Demikianlah antara kesan-kesan yang dapat dilahirkan oleh insan yang umggul dalam kehidupannya sama ada kepada diri, keluarga, masyarakat, negara dan ummah hasil daripada pegangan dan amalan terhadap nilai-nilai unggul seperti yang telah dinyatakan.



Pengirim:
Ruzita Binti Mokhtar

Tarikh : 22 April 2005 Sumber : [Ruzita Binti Mokhtar] Editor : PRO JAKIM [Zakaria Bin Othman]Hits : 22448

Mumia temukan Dr. Maurice dengan Islam


Mumia temukan Dr. Maurice dengan Islam

Mumia temukan Dr. Maurice dengan Islam. PADA pertengahan tahun 1975, Perancis yang ketika itu di bawah pemerintahan Presiden Francisco Mitterand menawarkan kerajaan Mesir bantuan untuk meneliti, mempelajari dan menganalisis mumia Firaun, Ramsess II yang sangat terkenal.


Firaun yang dikatakan hidup di zaman Nabi Musa yang akhirnya mati tenggelam dalam Laut Merah ketika mengejar Musa dan para pengikut baginda yang melarikan diri daripada kekejamannya.


Mesir menyambut baik tawaran itu dan membenarkan mumia itu diterbangkan ke Paris. Malah ketika sampai di sana kedatangan mumia itu disambut dengan pesta dan keramaian.
Ini termasuklah apabila Mitterand dan para pemimpin Perancis yang lain tunduk hormat ketika mumia itu dibawa lalu di hadapan mereka.


Mumia itu kemudiannya diletakkan di ruang khas di Pusat Arkeologi Perancis. Di situ ia bakal diperiksa sekali gus membongkar rahsianya oleh para pakar, doktor bedah dan autopsi Perancis yang dipimpin oleh doktor yang sangat terkenal, Prof. Dr. Maurice Bucaille.
Bucaille seorang pakar bedah kenamaan Perancis yang dilahirkan di Pont-L’Eveque pada 19 Julai 1920. Memulakan kerjaya di bidang perubatan am dan pada tahun 1945 beliau diiktiraf sebagai pakar di bidang gastroentorologi.


Ramai kerabat diraja dan keluarga pemimpin dunia menggunakan khidmat Dr. Bucaille, termasuk Raja Faisal Arab Saudi dan pemimpin Mesir, Anwar Sadat.
Lalu kesempatan beliau untuk membedah dan menyiasat mumia Firaun, mengerah seluruh tenaga dan mindanya untuk menguak misteri di sebalik penyebab kematian raja Mesir kuno itu.
Ternyata, hasilnya sangat mengejutkan. Dr. Bucaille menemukan sisa-sisa garam yang masih melekat pada jasad mumia tersebut sebagai bukti terbesar bahawa Firaun itu mati akibat tenggelam di dalam laut. Iaitu jasadnya segera dikeluarkan dari laut, ‘dirawat’ segera dan dijadikan mumia supaya jasad itu kekal awet.


Namun penemuan itu menimbulkan persoalan yang sangat besar kepada Dr. Bucaille. Bagaimana jasad tersebut masih dalam keadaan sangat baik berbanding jasad-jasad yang lazimnya tenggelam dan dikeluarkan daripada laut?


Lalu beliau menyiapkan sebuah laporan akhir yang diyakininya sebagai penemuan baru, iaitu proses menyelamatkan mayat Firaun dari laut dan kaedah pengawetannya.
Laporan tersebut diterbitkan dengan tajuk; Mumia Firaun: Sebuah Penelitian Perubatan Moden (judul asalnya; Les Momies Des Pharaons Et La Midecine). Ekoran penerbitan laporan itu, Dr Bucaille dianugerah penghargaan tertinggi kerajaan iaitu Le Prix Diane Potier-Boes (Penghargaan Dalam Sejarah) oleh Academie Frantaise dan anugerah Prix General daripada Academie Nationale De Medicine, Perancis.


Namun seorang rakan sempat membisikkan kepada Dr. Bucaille bahawa penemuan ini sebenarnya bukan sesuatu yang baru.
“Jangan tergesa-gesa kerana sesungguhnya umat Islam telah berbicara mengenai peristiwa Firaun yang mati lemas dan mayatnya dipelihara sehingga hari ini!”
Namun kata-kata itu ditentang keras oleh Dr. Bucaille kerana beliau menganggap sangat mustahil. Baginya membongkar sesebuah misteri yang lama tidak mungkin dapat diketahui kecuali dengan perkembangan teknologi moden, peralatan dan makmal canggih yang mutakhir dan tepat.


Kisah Firaun dalam al-Quran


Hakikatnya Dr. Bucaille menjadi serba salah dan bingung apabila diberitahu bahawa al-Quran yang diyakini dan dipercayai oleh umat Islam telahpun meriwayatkan kisah tenggelamnya Firaun dan kemudian mayatnya diselamatkan.
Beliau semakin tertanya-tanya, bagaimana perkara seperti itu dapat diterima oleh akal kerana mumia itu baru sahaja ditemui sekitar tahun 1898. Sedangkan al-Quran telah ada di tangan umat Islam sejak ribuan tahun sebelumnya.


Sambil mata tidak lepas memandang mumia Firauan yang terbujur di hadapannya, Dr. Bucaille terus tertanya-tanya bagaimana al-Quran dapat membicarakan kisah Firaun yang jasadnya diselamatkan dari hancur sejak ribuan tahun lalu.


“Apakah masuk akal di hadapanku ini adalah Firaun yang cuba menangkap Musa (Nabi)? Apakah masuk akal Muhammad (Nabi) mengetahui hal sejarah ini? Pada hal kejadian Musa dikejar Firaun telah berlaku sebelum al-Quran diturunkan,” bicara hatinya sendirian.
Lalu beliau mendapatkan kitab Injil yang di dalamnya hanya membicarakan Firaun yang tenggelam di tengah laut saat mengejar Nabi Musa tetapi tidak diceritakan mengenai mayat Firaun.


Sementara dalam Kitab Perjanjian Lama (Injil Lama) pula yang diceritakan dalam kitab itu hanyalah: “Air (laut) pun kembali seperti sebuah lautan yang berombak dan beralun, menenggelamkan kereta-kereta (chariot) kuda, pasukan berkuda dan seluruh bala tentera Firaun tanpa ada seorang pun yang berjaya menyelamatkan diri. Tetapi anak-anak Israel dapat menyelamatkan diri atas daratan kering di tengah-tengah laut itu”. (Exodus 14:28 dan Psalm 136:15)


Dr. Bucaille sangat terkejut kerana tidak ada disebut langsung mengenai apa yang terjadi seterusnya kepada mayat Firaun selepas tenggelam itu.
Ini menjadikan beliau semakin kebingungan.
Apabila mumia dikembalikan semula ke Mesir, Dr. Bucaille terus mendapatkan kepastian mengenai mumia itu. Lalu beliau memutuskan untuk bertemu dengan para ilmuwan Islam mengenai sejarah Nabi Musa, kekejaman Firaun sehinggalah Bani Israel meninggalkan Mesir dan dikejar Firaun dengan seluruh bala tentera di belakang mereka.


Maka salah seorang mereka terus bangun dan membaca ayat al-Quran berhubung sejarah tersebut untuk Dr. Bucaille mendengarkannya sendiri:
“Maka pada hari ini Kami selamatkan badan kamu supaya kamu dapat menjadi pelajaran bagi orang-orang yang datang sesudah kamu dan sesungguhnya kebanyakan manusia lengah dari tanda-tanda kekuasaan Kami. (Yunus: 92).”


Apabila mendengar ayat ini, hati Dr. Bucaille benar-benar tersentuh. Beliau akhirnya mengakui kebenaran ayat itu kerana ia dapat diterima akal dan memberikan satu inspirasi serta dorongan kepada sains untuk maju meneroka lebih jauh lagi.
Lalu dengan hati yang begitu bergetaran dalam menahan sebak dan keharuan, beliau pun bangun dan dengan suara yang lantang berkata: “Sesungguhnya aku masuk Islam dan beriman dengan al-Quran ini.”


Tidak sekadar beliau mengakui kebenaran dan memeluk Islam tetapi beliau kemudiannya pulang ke Perancis dengan menggali seluruh isi al-Quran.


Akhirnya beliau berjaya menerbitkan buku yang sangat mengejutkan seluruh dunia dan sehingga kini telah diterjemahkan dalam pelbagai bahasa pada tahun 1976, iaitu The Bible, the Qur’an, and Science : The Holy Scriptures Examined in the Light of Modern Knowledge.
Melalui buku ini, Dr. Bucaille yang kemudiannya dikenali sebagai Dr. Yahya Maurice Bucaille berjaya membuktikan bahawa al-Quran adalah selari dengan fakta-fakta sains sementara kitab Injil adalah sebaliknya.


“Sains dan Islam umpama saudara kembar yang tidak boleh berpisah. Ini kerana dalam Injil terdapat pelbagai kesilapan dari aspek saintifik tetapi tiada sedikitpun kesilapan seperti itu ada dalam al-Quran.
“Al-Quran yang di dalamnya diceritakan segala penjelasan mengenai fenomena alam semula jadi yang sangat bertepatan dengan sains moden,” katanya.
Beliau memberikan kesimpulan bahawa tidak syak lagi al-Quran benar-benar kalam Allah.

Artikel : Utusan Online

Anak yang soleh


Anak yang soleh


Nabi Musa adalah satu-satunya Nabi yang dapat berdialog dengan Allah SWT. Setiap kali ia hendak bermunajat, Nabi Musa akan naik ke puncak bukit Tursina dan di atas bukit inilah ia akan bertanya kepada Allah SWT tentang segala sesuatu yang belum diketahuinya. Konon, Allah SWT akan menjawab pertanyaannya pada waktu itu juga. Inilah kelebihannya yang tidak ada pada Nabi-Nabi lain.
Dikisahkan, karena rasa ingin tahunya, suatu hari Nabi Musa bertanya kepada Allah SWT. "Ya Allah, siapakah gerangan tetanggaku nanti di surga?"


Atas kemurahan-Nya Allah pun menyebutkan nama, desa serta tempat tinggal orang yang ditanyakan Nabi Musa itu. Mendapat jawaban ini, Nabi Musa pun turun dari bukit Tursina lalu berjalan mengikuti petunjuk yang didapatnya. Setelah melakukan perjalanan selama berhari-hari akhirnya sampailah Nabi Musa di sebuah desa kecil yang amat sederhana.
Atas pertolongan beberapa orang penduduk setempat, ia pun berhasil menemukan rumah yang ternyata hanya dihuni oleh seorang anak lelaki remaja. Setelah saling mengucap salam, Nabi Musa dipersilakan masuk dan duduk di ruang tamu.


Tapi nampaknya tuan rumah ini tidak melayani Nabi Musa sebagaimana lazimnya seseorang yang sedang menerima tamu. Sebab ia segera meninggalkan Nabi Musa, masuk ke dalam sebuah kamar dan beberapa saat kemudian keluar lagi sambil menggendong seekor babi betina yang besar. Tampak jelas bagaimana ia memperlakukan makhluk itu dengan sangat hati-hati dan penuh rasa kasih sayang. Menyaksikan ini diam-diam Nabi Musa merasa terkejut. "Ya, Allah. Inikah tetanggaku di surga nanti?" tanyanya dalam hati penuh keheranan.
Seolah tak menghiraukan tamunya, sang pemuda pun mulai memandikan dan membersihkan babi betina itu dengan khidmat. Kemudian ia mengeringkan dan menaburkan sedikit wewangian ke tubuh sang babi, memeluk dan menciumnya, lalu menggendongnya kembali ke dalam kamar. Tidak lama kemudian ia keluar lagi dan kali ini menggendong seekor babi jantan yang lebih besar. Babi jantan ini pun dimandikan dan diperlakukan dengan sangat baik persis seperti kejadian sebelumnya, lalu dengan hati-hati digendongnya kembali ke dalam kamar. Setelah itu barulah ia menghampiri dan melayani tamunya tanpa sedikitpun menyadari bahwa yang ada di hadapannya adalah seorang Nabi.


"Wahai orang muda, apa agamamu?" Tanya Nabi Musa.
"Saya beragama Tauhid." Jawab pemuda itu singkat.
"Lalu, mengapa engkau memperlakukan babi sedemikian rupa? Tidakkah engkau mengetahui bahwa agama Tauhid melarangnya?" Tanya Nabi Musa.
"Wahai tuan hamba," kata pemuda itu. "Kedua babi itu sesungguhnya adalah ibu-bapa kandung saya. Karena dosa besar yang mereka lakukan, Allah menghukum mereka dengan menjadikan keduanya babi yang buruk rupa. Tentang dosa mereka terhadap Allah, saya tidak tahu. Sebab itu sepenuhnya adalah urusan mereka dengan Allah. Yang saya ketahui, hal itu tidak sedikitpun merubah kewajiban saya sebagai anak, yakni melaksanakan amal bhakti terhadap kedua orang tua dengan sebaik-baiknya. Oleh karenanya setiap hari saya lakukan semua hal baik yang dapat saya lakukan bagi keduanya, seperti di antaranya telah tuan saksikan tadi."


Kemudian ia melanjutkan. "Walau rupa mereka telah berubah menjadi babi, mereka tetap orang tua saya. Karenanya setiap hari saya berdoa kepada Allah agar dosa-dosa mereka diampuni. Saya terus memohon agar Allah mengembalikan wujud mereka kembali sebagai manusia, namun Allah masih belum mengabulkan permohonan saya." Katanya sambil menunduk sedih.
Sahdan, maka saat itu juga Allah menurunkan wahyu kepada Nabi Musa a.s; "Wahai Musa, inilah orang yang akan bertetangga denganmu nanti di Surga. Bhaktinya sangat tinggi kepada kedua ibu-bapanya. Oleh karena itu Kami naikkan maqamnya sebagai anak soleh di sisi Kami."
Allah juga berfirman: "Oleh karena dia telah berada di maqam anak yang soleh di sisi Kami, maka Kami angkat doanya. Tempat kedua ibu-bapanya yang Kami sediakan di dalam neraka pun telah Kami pindahkan ke dalam surga."

(1)
Inilah berkat anak yang soleh. Doa anak yang soleh dapat menebus dosa kedua ibu-bapanya. Memungkinkan kedua orangtuanya "dipindahkan" dari neraka ke surga. Anak yang soleh tidak mencampur-adukkan segala urusan dan kewajiban orangtuanya kepada Allah SWT dengan kewajibannya sendiri selaku anak kepada kedua orang tuanya.
Seburuk apa pun perilaku kedua orang tua kita, sesungguhnya itu bukan urusan kita. Urusan kita adalah menjaga mereka dengan penuh kasih sayang sebagaimana mereka menjaga, membesarkan dan menyayangi kita sejak dilahirkan hingga dewasa.
Sebesar apa pun dosa yang (mungkin) pernah mereka lakukan kepada Allah SWT, itu juga bukan urusan kita. Urusan kita adalah tidak berhenti memohonkan ampun bagi keduanya. Sebab doa anak yang soleh akan menolong kedua orang tuanya mendapatkan tempat yang baik di akhirat. Ingatlah selalu, doa anak-anak soleh adalah sesuatu yang selalu dinantikan oleh setiap orang tua di alam kubur.


Ukuran kasih sayang seorang anak kepada kedua ibu-bapanya tidak dapat digantikan dengan materi dan kebendaan lainnya, akan tetapi dengan perhatian dan doa yang tulus agar kedua ibu-bapanya mendapat tempat yang terbaik di sisi Allah. Baik semasa hidupnya, apalagi setelah mereka berpulang ke Rakhmatullah.


Janganlah sekalipun kita coba menghakimi mereka (walau di dalam hati) dengan ilmu yang sesungguhnya amat sedikit, sebab perkara penghakiman ini sepenuhnya merupakan urusan Allah Yang Maha Mengetahui, Maha Adil, Maha Pemurah, lagi Maha Penyayang.
Allah SWT telah memperingatkan:


(2) "Dan janganlah engkau ikuti apa yang engkau tidak mempunyai ilmu tentangnya, sesungguhnya pendengaran, pengelihatan dan hati, semuanya itu akan ditanya."
[QS.17: 36]
Oleh karena itu, maka selain untuk selalu diingat dan (tentunya) dilaksanakan oleh diri sendiri, hendaklah perintah Allah SWT berikut ini juga kita ajarkan kepada anak-cucu kita sebagai sebaik-baik ajaran:


(3) "Dan Kami wajibkan manusia (berbuat) kebaikan kepada dua orang ibu-bapaknya. Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan Aku dengan sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya. Hanya kepada-Ku-lah kembalimu, lalu Aku kabarkan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan."
[QS.29:8]


(4) "Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan "ah" dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia."
[QS.17:23]


(5) "Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu-bapanya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepadaKu dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu."
[QS.31:14]


(6) "Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada dua orang ibu bapaknya, ibunya mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah (pula). Mengandungnya sampai menyapihnya adalah tiga puluh bulan, sehingga apabila dia telah dewasa dan umurnya sampai empat puluh tahun ia berdo'a: "Ya Tuhanku, tunjukilah aku untuk mensyukuri ni'matMu yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat berbuat amal yang saleh yang Engkau ridhai; berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertaubat kepadaMu dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri".
[QS. 46:15]


Shadaqa Allah 'Ul Azim
Artikel : madrasahmassahar.blogspot.com

Tanda Hati Mati


Tanda Hati Mati


Menurut Syeikh Ibrahim Adham, antara sebab atau tanda-tanda hati mati ialah :


~Mengaku kenal Allah swt, tetapi tidak menunaikan hak-hak-Nya
~Mengaku cinta kepada Rasulullah saw, tetapi mengabaikan sunnah baginda
~Membaca al-Quran, tetapi tidak beramal dengan hukum-hukum di dalamnya
~Memakan nikmat-nikmat Allah swt, tetapi tidak mensyukuri atas pemberian-Nya
~ Mengaku syaitan itu musuh, tetapi tidak berjuang menentangnya
~Mengaku adanya nikmat syurga, tetapi tidak beramal untuk mendapatkannya
~Mengaku adanya siksa neraka, tetapi tidak berusaha untuk menjauhinya
~Mengaku kematian pasti tiba bagi setiap jiwa, tetapi masih tidak bersedia untuknya
~Menyibukkan diri membuka keaiban orang lain, tetapi lupa akan keaiban diri sendiri
~Menghantar dan menguburkan jenazah/mayat saudara se-Islam, tetapi tidak mengambil

Pengajaran daripadanya:


Hati mati kerana tidak berfungsi mengikut perintah Allah iaitu tidak mengambil iktibar dan pengajaran daripada didikan dan ujian Allah.
Hati juga mati jika tidak diberikan makanan dan santapan rohani sewajarnya. Kalau tubuh badan boleh mati kerana tuannya tidak makan dan tidak minum, begitulah juga hati.
Apabila ia tidak diberikan santapan dan tidak diubati, ia bukan saja akan sakit dan buta, malah akan mati akhirnya.


Santapan rohani yang dimaksudkan itu ialah zikrullah dan muhasabah diri. Oleh itu, jaga dan peliharalah hati dengan sebaik-baiknya supaya tidak menjadi kotor, hitam, keras, sakit, buta dan mati. Gilap dan bersihkannya dengan cara banyak mengingati Allah ( berzikir ).


Firman Allah:
ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ وَتَطۡمَٮِٕنُّ قُلُوبُهُم بِذِكۡرِ ٱللَّهِ‌ۗ أَلَا بِذِڪۡرِ ٱللَّهِ تَطۡمَٮِٕنُّ ٱلۡقُلُوبُ
(Iaitu) orang-orang yang beriman dan tenang tenteram hati mereka dengan "zikrullah". Ketahuilah dengan "zikrullah" itu, tenang tenteramlah hati manusia. (Al-Rad, Ayat 28)

Sucikanlah 4 hal dengan 4 perkara :
"Wajahmu dengan linangan air mata keinsafan, lidahmu basah dengan berzikir kepada Penciptamu, hatimu takut dan gementar kepada kehebatan Rabbmu, ...dan dosa-dosa yang silam di sulami dengan taubat kepada Zat yang Memiliki mu."


Hati merupakan tempat yang lembut, rahmat, kasih sayang dan lain-lain. Apabila kita mengisi hati kita dengan banyak zikrullah, nescaya ia memenuhi rahmat dan kasih sayang.
Hati merupakan anggota yang menentukan segala permasalahan hidup. Jika ia dimakmurkan dengan keyakinan dan iman, sudah tentu segala anggota akan mengikut dengan penuh keimanan. Untuk kita melihat betapa kuat, kuasa dan luasnya hati dengan keimanan, Allah Taala menjelaskannya dalam Surah az-Zumar ayat 23 yang bermaksud:


ٱللَّهُ نَزَّلَ أَحۡسَنَ ٱلۡحَدِيثِ كِتَـٰبً۬ا مُّتَشَـٰبِهً۬ا مَّثَانِىَ تَقۡشَعِرُّ مِنۡهُ جُلُودُ ٱلَّذِينَ يَخۡشَوۡنَ رَبَّہُمۡ ثُمَّ تَلِينُ جُلُودُهُمۡ وَقُلُوبُهُمۡ إِلَىٰ ذِكۡرِ ٱللَّهِ‌ۚ ذَٲلِكَ هُدَى ٱللَّهِ يَہۡدِى بِهِۦ مَن يَشَآءُ‌ۚ وَمَن يُضۡلِلِ ٱللَّهُ فَمَا لَهُ ۥ مِنۡ هَادٍ 
"Allah telah menurunkan sebaik-baik perkataan iaitu Kitab Suci Al-Quran yang bersamaan isi kandungannya antara satu dengan yang lain (tentang benarnya dan indahnya), yang berulang-ulang (keterangannya, dengan berbagai cara); yang (oleh kerana mendengarnya atau membacanya) kulit badan orang-orang yang takut kepada Tuhan mereka menjadi seram; kemudian kulit badan mereka menjadi lembut serta tenang tenteram hati mereka menerima ajaran dan rahmat Allah. Kitab Suci itulah hidayat petunjuk Allah; Allah memberi hidayat petunjuk dengan Al-Quran itu kepada sesiapa yang dikehendakiNya (menurut undang-undang peraturanNya) dan (ingatlah) sesiapa yang disesatkan Allah (disebabkan pilihannya yang salah), maka tidak ada sesiapa pun yang dapat memberi hidayat petunjuk kepadanya."


Itulah petunjuk Allah, dengan kitab itu Dia menunjukkan siapa yang yang dikehendaki-Nya. Dan sesiapa yang disesatkan Allah, maka tidak ada seorang pun pemberi petunjuk baginya.
Rasulullah s.a.w. bersabda maksudnya:
"Ketahuilah bahawa pada jasad terdapat segumpal darah, apabila elok nescaya eloklah seluruh jasad dan apabila rosak, maka rosaklah seluruh jasad. Ketahuilah bahawa itulah hati."
Kalaulah begitu, hati merupakan tempat cahaya keyakinan dan keimanan. Sebagaimana iman boleh bertapak dalam hati, begitu juga kekerasan dan kekufuran juga boleh bertapak dalam hati. Hati yang lupa untuk berzikrullah akan menjadi keras, kenapa? Ini kerana ia beriktikad bahawa tiada di sana kecuali kehidupan dunia sahaja dan maddi(kebendaan).


Justeru, ia cuba mendapatkannya semampu mungkin dan dengan apa cara sekalipun sehingga melangkaui hak-hak dengan melakukan kezaliman, kerosakan dan mengambil hak mereka yang daif. Inilah puncanya.

Artikel : halaqah.net

Kajian sains membuktikan Zikir Dapat Membentuk Minda Positif


Kajian sains membuktikan Zikir Dapat Membentuk Minda Positif


Terdapat banyak contoh-contoh dalam al-Quran dan Hadis yang menceritakan tentang faedah berfikiran positif( husnu zann ), Tabah dan bersikap optimistik ketika ditimpa kesusahan. Walau bangaimanapun adakah anda tahu bahawa kesabaran dan berpandangan positif dalam kehidupan merupakan dua jenis penawar paling mujarab yang anda boleh gunakan?.


Al-Quran ( 2 : 155-157 ), bermaksud : "Demi sesungguhnya! Kami akan menguji kamu Dengan sedikit perasaan takut (kepada musuh) dan (dengan merasai) kelaparan, dan (dengan berlakunya) kekurangan dari harta benda dan jiwa serta hasil tanaman. dan berilah khabar gembira kepada orang-orang Yang sabar: (Iaitu) orang-orang Yang apabila mereka ditimpa oleh sesuatu kesusahan, mereka berkata: "Sesungguhnya Kami adalah kepunyaan Allah dan kepada Allah jualah Kami kembali." Mereka itu ialah orang-orang Yang dilimpahi Dengan berbagai-bagai kebaikan dari Tuhan mereka serta rahmatNya; dan mereka itulah orang-orang Yang dapat petunjuk hidayahNya".


Daripada penemuan sains moden, jelas menunjukkan bahawa rahmat Allah selalunya datang dalam bentuk kesihatan yang baik.
Bernard Jensen berkata, dalam bukunya " The Science and Practice of Iridology", "para doktor sekarang berpendapat bahawa fizikal seseorang bukanlah penggerak utama tubuh badan, akan tetapi minda yang mengawalnya". Ini disokong oleh Dr Ted M. Morter dalam bukunya , Your Health... Your Choice, ketika beliau mengatakan " pemikiran negatif merupakan pengeluar asid nombor satu dalam badan ( dan kandungan asid yang melebihi dalam badan merupakan penyebab utama penyakit ) sebab tubuh anda akan bertindak balas terhadap minda yang negatif dan tekanan emosi yang dihasilkan oleh fikiran, sama seperti tindak balasnya terhadap keadaan sebenar apabila fizikal menerima kecederaan atau kesakitan".


Sejak Freud mempopularkan idea psikoanalisis, manusia hanya fokus kepada dunia mental untuk menyelesaikan masalah-masalah tertentu, kita lupa bahawa alam fizikal dan alam mental tidak boleh dipisahkan. Fikiran terletak di dalam otak, dan otak adalah organ. Seperti organ yang lain, ia mendapatkan bekalan nutrien dari tempat yang sama dengan organ lain mendapatkan nutrien, dan ia mudah terpengaruh dengan masalah yang sama berlaku terhadap organ lain. Secara asasnya otak adalah sebahagian daripada anggota tubuh, sama dengan organ yang lain bergantung sepenuhnya kepada tubuh. Ia memerlukan gula/glukos untuk menghasilkan tenaga, berlainan dengan tisu lain yang boleh menghasilkan tenaga dari kalium dan lemak. Oleh yang demikian otak merupakan organ pertama yang menerima akibatnya apabila berlaku kekurangan glukos dalam darah dan tindak balasnya adalah sangat parah. Freud sendiri mengatakan bahawa psikoanalisis tidak sesuai untuk mengubati penyakit seperti skizofrenia,dan dia membuktikan bahawa ianya disebabkan oleh biochemical.
Sekiranya kita tahu bahawa otak merupakan organ, dan ia bekerja dengan harmoni bersama organ yang lain, dan mendapat tenaga dari aliran darah yang sama dengan organ lain, kita dapat memahami bagaimana pelbagai peristiwa mental boleh mempengaruhi kita secara fizikal. Sebagai contoh, menggunakan otak cuma untuk berfikir dan membuat ulangkaji akan membakar nutrien (zat makanan untuk tubuh badan) dalam system badan kita, terutama sekali fosforus. Oleh yang demikian kita akan mengalami kekurangan fosforus apabila otak kita bekerja keras. Dan kita mendapati bahawa sebaliknya juga berlaku dalam hubungan ini, orang yang banyak menggunakan otak dan mempunyai tahap keintelektualan yang tinggi biasanya mempunyai kandungan fosforus yang tinggi juga dalam sistem badan mereka.
Banyak hikmah yang terkandung dalam sabda Nabi S.A.W yang diriwayatkan oleh Abu Huairah R.A, "Orang yang kuat itu bukanlah mereka yang dapat menumbangkan lawan dengan kekuatannya, akan tetapi orang yang kuat itu mereka yang dapat menahan kemarahan",. Bersabar dan berada dalam keadaan tenang merupakan kunci kepada kekuatan fizikal.
Bukan sahaja fosforus yang boleh terhakis akibat mengalami tekanan pemikiran dan hilang ketenangan jiwa. Sekiranya kelenjar tiroid, iaitu organ utama yang mengawal emosi bekerja melebihi had masanya, kita boleh menderita akibat kekurangan iodin. Tekanan dalam kerjaya, perceraian, atau lainnya boleh menyebabkan kehilangan kalium dan natrium dalam badan, sebab ia boleh mempengaruhi kelenjar adrenal mencipta banyak keperluan untuk mineral-mineral ini.


Bahkan penyakit hypoglycemia (kurang glukosa/darah rendah) boleh diakibatkan oleh perasaan kegembiraan yang melampau. Atas dasar inilah Nabi S.A.W amat menyarankan kesederhanaan dalam hidup, walau bagaimanapun kita kerap kali melibatkan diri dalam hal-hal yang mengembirakan, seperti menonton tv, pergi membeli belah, menonton wayang, keraian, dan lain-lain lagi. Apabila kita melihat sesuatu yang mengujakan, bahagian luar kelenjar adrenal akan terangsang, lalu peningkatan gula dalam darah akan berlaku. Keadaan ini akan merangsang pankreas untuk merembeskan insulin ke dalam darah bagi mengawal tahap gula yang stabil dalam darah, proses ini akan mengakibatkan kita terasa letih dan lemah.
Berfikir positif akan melahirkan ketenangan dan kesihatan tubuh badan, yang mana daripada nikmat itu akan terucaplah "Alhamdulillah", ucapan syukur kepada Allah terhadap apa yang kita dapat dan apa yang kita lalui. Sebagai seorang mukmin kita sepatutnya menghidupkan suasana yang tenang, jauh daripada tekanan dan kelam kabut, sama ada di rumah ataupun di pejabat.
Salah satu cara yang boleh kita kurangkan kesan daripada tekanan tersebut ialah sentiasa mengawasi tekanan perasaan yang kita hadapi dan ambil makanan tambahan yang boleh menambahkan nutrien seperti makanan berasaskan tumbuh-tumbuhan.
Contohnya, jika mereka yang bangun untuk solat malam atau membaca al-Quran ketika ramadhan, mereka boleh mengambil makanan yang kaya dengan fosforus, ini boleh membantu mereka dalam mengimbangi pengambilan fosforus. Bagi mereka yang dalam bermusafir, melancong atau menunaikan haji dan umrah, mereka mungkin perlu mengambil lebih makanan yang mengandungi kalium dan natrium yang tinggi seperti vitamin B complex.
Bukan sahaja fizikal yang memerlukan vitamin dan makanan tambahan, bahkan jasmani juga memerlukannya. Kesihatan mental dan fizikal juga berkait rapat dengan kesihatan rohani, rohani yang sakit akan mengarahkan mental untuk mengharuskan semua perkara termasuk yang haram. Dengan itu, fizikal akan melakukan dan akan menerima akibat yang bakal diahadapi.


Sekiranya kita tidak mengendahkan kaitan antara kesihatan mental dan fizikal, barangkali kita akan kehilangan perkara-perkara penting dalam ruang lingkup kesihatan diri. Dan dalam kebanyakan masalah kesihatan, langkah pencegahan adalah lebih baik daripada mencari ubat atau penawar.
Oleh yang demikian langkah yang terbaik untuk menghindarkan diri dari mempunyai sikap negatif, dan dikuasai oleh emosi ialah dengan mengamalkan kebijaksanaan dan ilmu yang di ajarkan oleh al-Quran dan Hadis. ucapkan "Alhamdulillah" dengan rezeki yang kita perolehi, "InsyaAllah" dengan perkara yang kita maksudkan dan akan lakukan, "Subhanallah" ketika kita melihat sesuatu yang menakjubkan. Ucapkan "Astaghfirullah" apabila kita hilang kawalan diri dan berada dalam keadaan lemah, dan yang paling penting, ucapkan "Allahu Akbar", apabila kita berhadapan dengan dugaan dan cabaran dalam kehidupan.
Selalulah kita mengamalkan zikir-zikir doa-doa amalan harian yang diajarkan oleh rasulullah agar mulut kita dibasahi dengan perkara yang di redhai Allah dan hati kita sentiasa mengingati Allah. Moga dengan amalan ini diri kita sentiasa dipelihara Allah dari segala kerosakan dan hati kita sentiasa mengingati kebaikan. Oleh yang demikian kita akan berada dalam ketenangan yang berpanjangan.


Jika sekiranya kita mengamalkan zikir-zikir ini dengan istiqamah, umpama kita mengambil multi-vitamin untuk mengekalkan kesihatan tubuh badan yang baik. Zikir akan membawa ketenangan dalam diri, dan ketenangan membuatkan kita berfikir serta menggunakan otak dengan baik.


Kita sangat prihatin terhadap kesihatan fizikal, namun kita lupa kepada kesihatan spiritual, tanpa kita sedar bahawa kesihatan spiritual amat penting dalam mengekalkan kesihatan fizikal.


Artikel : abuafnan.blogspot.com


Sumber:dari laman web http://one-ummah.net/